BANJARMASIN - Kabar duka datang dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mantan wali kota periode tahun 1984-1989, Effendi Ritonga tutup usia sekitar pukul 08.00 Wita, di Jakarta, Selasa, (13/1). Ia menghembuskan napas terakhir di usia 88 tahun, setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Sosok almarhum bagi pembangunan dan pengembangan Kota Banjarmasin tak bisa dilepaskan. Dia dikenal sebagai pemimpin yang punya visi kuat saat memimpin Banjarmasin. Saat itu Banjarmasin masih berstatus Madya KDH Tingkat II Banjarmasin.
Ikatan batin yang kuat terhadap Banjarmasin, ia bahkan hampir tak pernah absen saat peringatan hari jadi Kota Banjarmasin. Terakhir, ia hadir pada tahun 2023 lalu, di puncak peringatan hari jadi Kota Banjarmasin ke-496.
Saat itu, almarhum hadir didampingi sang anak setelah mendapat undangan langsung dari Wali Kota Banjarmasin saat itu, Ibnu Sina. Bagi Ibnu, almarhum sebagai sosok yang kaya gagasan untuk Kota Seribu Sungai, baik saat aktif menjabat maupun sudah lama pensiun dari dinas.
“Beliau sangat peduli walau sudah lama meninggalkan Banjarmasin, semangatnya tak pernah tidak surut, terutama untuk tata kota sungai,” ujarnya. Rabu (14/1).
Sosok Effendi Ritonga sebutnya selalu memiliki ide untuk pengembangan kota. Salah satunya, perluasan kota dengan konsep Baksa Kembang. Melintas dari Banjarmasin, Kecamatan Kertak Hanyar, Gambut Kabupaten Banjar, Mandastana Kabupaten Barito Kuala dan Pulau Kembang, menjadi satu kota.
Almarhum juga dinilai punya visi yang jauh ke depan, begitu pun perhatian terhadap normalisasi sungai dan tata perumahan yang tegas. “Masukan tentang Banjarmasin sebagai kota sungai, contohnya pembangunan kanal di sepanjang sisi kiri dan kanan Jalan Ahmad Yani, hingga akhirnya terlanjur banyak bangunan, karena eksekusinya tak mudah,” kata Ibnu.
Sebelum meninggal dunia, Ibnu mengaku masih kerap berbagi kabar dengan almarhum, hingga terputus akibat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Kabar duka itu sampai ke saya setengah jam setelah beliau meninggal lewat anaknya, karena kondisi terakhir dirawat di ICU,” terangnya.
Sementara, Wali Kota Banjarmasin M. Yamin HR, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum. Ia menegaskan, Effendi Ritonga merupakan sosok pemimpin yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah pemerintahan kota.
Menurutnya, dedikasi dan pengabdian almarhum semasa menjabat patut menjadi teladan bagi generasi penerus di pemerintahan. “Beliau adalah bagian dari sejarah Banjarmasin. Pemikiran, kebijakan, dan pengabdiannya masih memberi dampak hingga hari ini. Semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan segala khilafnya diampuni,” ucapnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief