BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H M Yamin meninjau langsung permukiman Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (9/1) malam. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik terdampak banjir rob yang kerap menggenangi rumah warga.
Dalam peninjauan itu, Yamin didampingi Ketua TP-PKK Banjarmasin Neli Listriani serta Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri. Kehadiran rombongan wali kota sempat mengagetkan warga. Kampung yang biasanya sepi, mendadak riuh oleh suara kendaraan yang masuk ke kawasan permukiman. "Alhamdulillah kampung kami dikunjungi wali kota. Terima kasih, Pak," ucap seorang ibu rumah tangga saat melihat rombongan melintas di depan rumahnya.
Di hadapan warga, Yamin menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa meninjau langsung kondisi Sungai Gampa. Ia ingin melihat secara langsung dampak banjir rob yang dirasakan masyarakat.
Hampir satu jam, Wali Kota bersama Ketua DPRD, sejumlah anggota dewan, camat, dan lurah setempat berada di lokasi. Mereka memantau permukiman warga sekaligus alur sungai yang dinilai menjadi penyebab terjadinya banjir rob. Dalam kesempatan itu, bantuan juga disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kota.
Yamin mengungkapkan kawasan Sungai Gampa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola) merupakan wilayah relatif terpencil, dan selama ini belum tertangani secara maksimal. "Karena berbatasan dengan Batola dan wilayahnya cukup terpencil, kami tidak bisa membiarkan kondisi ini terus terjadi," ujar Yamin.
Berdasarkan pemetaan geospasial dan peta digital, alur Sungai Gampa yang terhubung ke Sungai Bilu dan Sungai Alalak mengalami sejumlah penyempitan dan pendangkalan. "Ke depan, ini menjadi prioritas kita. Kami berharap kecamatan dan kelurahan bisa menyosialisasikan kepada masyarakat agar area sepanjang Sungai Gampa dan Alalak dibersihkan, dibuka kembali, dan dilakukan pengerukan," tegasnya.
Yamin juga meminta dukungan warga yang memiliki lahan di bantaran sungai agar membuka akses bagi alat berat. "Kita juga tahu, di bantaran sungai ada aturan terkait sempadan sungai yang diatur dalam peraturan daerah. Kami mengimbau masyarakat Banjarmasin agar memperhatikan bangunan yang berada di sempadan sungai," katanya.
Menurut Yamin, normalisasi dan pembukaan alur sungai menjadi langkah penting agar permukiman tidak terus-menerus tergenang. Ia berharap dukungan penuh DPRD Kota Banjarmasin dalam program tersebut. "Ini yang kita harapkan, agar tidak lagi terjadi genangan. Sungai yang tidak dangkal dan lebih lebar bisa menjadi tampungan air yang luas. Tapi ini perlu dukungan dan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah kota, provinsi, hingga pusat," ujarnya.
Yamin juga menyinggung kondisi Sungai Martapura yang menjadi sungai utama di Banjarmasin, dan belum pernah dikeruk secara besar-besaran. "Pengerukan sungai membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena itu, harus ada kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, kabupaten, dan juga pemerintah pusat. Harapan kita, ke depan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief