Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

TPS Tergenang, Sampah Berserakan di Jalan-Jalan Kota Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Jumat, 9 Januari 2026 | 08:01 WIB

 

HARUS DITANGANI: Tumpukan sampah meluber hingga ke badan jalan di TPS Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, Kamis (8/1/2026) siang.
HARUS DITANGANI: Tumpukan sampah meluber hingga ke badan jalan di TPS Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, Kamis (8/1/2026) siang.

BANJARMASIN – Banjir yang kembali melanda Kota Banjarmasin tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memicu krisis kebersihan. Sistem pengangkutan sampah ikut terganggu. Hampir seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) dipenuhi tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan.

Kondisi memprihatinkan tersebut terlihat di sejumlah titik kota. Salah satunya TPS di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur. Tumpukan sampah yang bercampur genangan air menimbulkan bau tak sedap, berserakan ke jalan, dan mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas.

Warga Banjarmasin Timur, Ahmad menyebut kondisi tersebut kerap terjadi. Terutama saat banjir rob datang. “Kalau sudah malam hari, apalagi saat kawasan ini terendam banjir, sampah di TPS meluber ke mana-mana. Jalan jadi kotor,” ujarnya.

Menurutnya, genangan air membuat sampah yang menumpuk di TPS mudah terbawa arus, sehingga berserakan hingga ke badan jalan. “Harapannya ada penanganan cepat. Jangan menunggu sampah benar-benar menggunung,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki mengakui bahwa pengangkutan sampah tidak berjalan optimal saat banjir rob terjadi. “Memang ada kendala di lapangan. Saat banjir, akses ke TPS terganggu dan beberapa lokasi tergenang. Akibatnya pengangkutan tidak bisa optimal,” ujarnya, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, genangan air di sejumlah TPS justru membuat sampah semakin berserakan dan menambah beban kerja petugas kebersihan. “Di TPS yang tergenang, sampah tidak bisa langsung diangkut. Petugas harus memungut dan merapikan ulang sampah sebelum dimasukkan ke armada,” jelasnya.

Selain faktor banjir, perubahan pola pembuangan sampah warga turut memperparah kondisi TPS. Biasanya warga membuang sampah pada malam hari. Namun saat air pasang, waktu pembuangan bergeser ke siang hari, atau saat air mulai surut. “Ini membuat TPS cepat penuh,” tambah Marzuki.

Menghadapi kondisi tersebut, DLH Banjarmasin menetapkan langkah penanganan darurat. Selama tiga hari ke depan, pihaknya menargetkan normalisasi tumpukan sampah di TPS yang terdampak banjir rob. “Kami lemburkan petugas, dan memaksimalkan armada pengangkut sampah di sejumlah titik rawan,” tegasnya.

Dampak TPS Banjir

Kondisi di Lapangan :
- Hampir seluruh TPS penuh dan meluber ke jalan.
- Sampah bercampur air banjir, menimbulkan bau tak sedap.
- Sampah berserakan dan mengganggu lalu lintas serta aktivitas warga.

Keluhan Warga :
- Sampah mudah terbawa arus genangan.
- Jalan menjadi kotor dan licin.
- Warga meminta penanganan cepat sebelum sampah menggunung.

Pengakuan DLH Banjarmasin :
- Pengangkutan sampah tidak optimal saat banjir rob.
- Akses ke TPS terganggu dan tergenang air.
- Petugas harus bekerja dua kali: memungut dan merapikan ulang sampah.

Langkah Penanganan :
- Status penanganan darurat.
- Target normalisasi TPS selama 3 hari.
- Petugas dilemburkan.
- Armada pengangkut dimaksimalkan di titik rawan.

Editor; Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Banjir #banjarmasin #Sampah #TPS