Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gara-Gara MBG dan Musim Buah, Volume Sampah Harian di Banjarmasin Meningkat Belasan Ton

Zulvan Rahmatan • Jumat, 9 Januari 2026 | 07:56 WIB
TPS di Jalan Perdagangan, Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara.
TPS di Jalan Perdagangan, Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara.

BANJARMASIN – Volume sampah organik di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan tersebut dipicu aktivitas pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta musim buah yang sedang berlangsung.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki menyebutkan estimasi sampah organik yang dihasilkan bisa mencapai 12 ton per hari. “Perdapur dihitung 250-300 kilogram perhari. Maka dikalikan sekitar 40 dapur MBG yang sudah berdiri,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menegaskan, peningkatan tonase sampah organik tersebut bukan persoalan sepele apabila tidak dikelola dengan bijak. Tanpa pengelolaan yang tepat, timbunan sampah dikhawatirkan akan membebani sistem pengangkutan dan tempat pembuangan.

Karena itu, DLH Banjarmasin mendorong pengelola dapur MBG untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah organik yang dihasilkan. “Dapur MBG punya kapasitas untuk mengelola sampahnya. Makanya, ini selalu kita dorong,” jelas Marzuki.

Menurutnya, sampah organik tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan. Limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk kompos, atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak. “Ini penting, karena pengelolaan sampah organik bisa mengurangi 60 persen sampah yang dihasilkan dari setiap dapur MBG,” tegasnya.

Marzuki menilai pengelolaan sampah berbasis partisipasi banyak pihak akan lebih produktif dan memiliki nilai tambah. Ia mencontohkan praktik pengolahan sampah organik di sekolah-sekolah yang telah mengubah limbah menjadi pupuk kompos. “Sebab dari sekolah-sekolah ini berapa banyak yang bisa dimanfaatkan. Pengelolaan ini jadi nilai tambah karena anak didik dibiasakan,” tegasnya.

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Banjarmasin menyatakan distribusi MBG di kota ini telah mencapai lebih dari 50 persen. Capaian tersebut ditopang oleh sekitar 43 dapur MBG yang sudah siap beroperasi. Bahkan, siap bertambah seiring pembangunan dapur baru di sejumlah lokasi.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarmasin #DLH #Sampah #buah #Mbg