BANJARBARU – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Banjarbaru dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah tergenang dan memaksa sebagian warga mengungsi. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir, Senin (5/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru H. Riyandi Hidayat, pimpinan SKPD terkait, serta unsur perbankan daerah. Peninjauan dimulai dari Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, yang difungsikan sebagai posko induk pengungsian warga terdampak banjir, khususnya dari kawasan Tambak Buluh.
Di lokasi pengungsian, Lisa Halaby meninjau langsung kondisi warga, berdialog dengan pengungsi, serta memastikan ketersediaan logistik dan layanan dasar berjalan dengan baik. Pemerintah Kota Banjarbaru juga menyalurkan bantuan berupa 50 dus mi instan dan 50 paket beras masing-masing seberat lima kilogram. Selain itu, turut diserahkan paket sembako yang bersumber dari program Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel.
“Saya cukup prihatin melihat kondisi banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Beberapa masyarakat terpaksa harus mengungsi demi keselamatan. Hari ini kami menyalurkan bantuan paket sembako dari program UPZ Bank Kalsel. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” ujar Lisa Halaby di sela peninjauan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu. Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi berpotensi kembali memicu genangan di sejumlah wilayah rawan banjir.
“Cuaca masih fluktuatif, kadang hujan sangat lebat, kadang reda. Karena itu, kewaspadaan harus tetap dijaga. Menjaga kesehatan juga sangat penting,” katanya.
Lisa Halaby menambahkan, dirinya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada warga terdampak banjir, khususnya di lokasi pengungsian, guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir.