Total 2.842 jiwa terdampak, dengan 165 orang mengungsi di beberapa lokasi penampungan, Kamis (8/1/2026).
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Liang Anggang, Cempaka, dan Landasan Ulin. Para pengungsi tersebar di sejumlah shelter resmi, tenda swadaya, kantor kelurahan, serta rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Harun Ar Rasyid saat ditemui, mengatakan BPBD Banjarbaru menyiapkan satu tenda pengungsian di Kelurahan Pengayuan RT 2, dan satu tenda di Kelurahan Guntung Manggis.
"Sementara sebagian besar kebutuhan pengungsian lainnya dipenuhi melalui swadaya masyarakat dengan dukungan penguatan bangunan dari pihak kelurahan," katanya.
Kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banjarbaru saat ini, ujar Harun sudah mulai mengalami penurunan.
"Memang masih ada beberapa wilayah yang penurunannya agak lambat karena datarannya yang bersifat cekungan," sebutnya.
Kendati begitu, ujar Harun perihal recovery pasca banjir, melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), BPBD Banjarbaru memastikan kesiapan logistik tanggap darurat.
Logistik tersebut meliputi atap, dinding kalsibot, dan material darurat lainnya yang digunakan untuk menjaga rumah warga tetap dapat dihuni.
“Perlu kami luruskan, ini sifatnya tanggap darurat, bukan perbaikan permanen. Jika ada atap yang hilang atau dinding terlepas, kami bantu agar rumah bisa ditempati kembali,” katanya.
Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan kerusakan rumah akibat banjir.
Namun sebelumnya sempat terjadi angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga dan telah mendapat penanganan darurat.
BPBD menegaskan, penanganan kerusakan hanya mencakup rumah tinggal warga, sedangkan bangunan komersial tidak termasuk dalam cakupan bantuan BPBD.
"Laporan bencana hidrometeorologi karena angin puting beliung kemarin ada, namun untuk banjir hingga saat ini tidak ada," imbuhnya
Editor : Sutrisno