Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Air Pasang Datang, Sampah di Banjarmasin Menggunung

Endang Syarifuddin • Kamis, 8 Januari 2026 | 13:59 WIB

MELUBER: Tumpukan sampah meluber hingga ke badan jalan di TPS Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, Kamis (8/1) siang.
MELUBER: Tumpukan sampah meluber hingga ke badan jalan di TPS Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur, Kamis (8/1) siang.
BANJARMASIN – Banjir yang melanda Kota Banjarmasin bukan hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak terhadap krisis kebersihan kota. 

Sistem pengangkutan sampah ikut keteteran. Hampir seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) dipenuhi tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan.

Kondisi memprihatinkan terlihat di sejumlah titik, termasuk tumpukan sampah di TPS kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah, Banjarmasin Timur. 

Hal ini dikeluhkan warga. Misalnya Ahmad, warga Banjarmasin Timur. Kondisi TPS di kawasan Jalan Pangeran Hidayatullah yang kerap dipenuhi tumpukan sampah hingga meluber ke jalan, terutama saat banjir rob datang.

“Kalau sudah malam hari, apalagi saat kawasan ini terendam banjir, sampah di TPS meluber ke mana-mana, jalan jadi kotor,” ujar Ahmad.

Menurutnya, genangan air membuat sampah yang menumpuk di TPS mudah terbawa arus, sehingga berserakan hingga ke jalan dan mengganggu pengguna jalan.

“Harapannya ada penanganan cepat, jangan menunggu sampah benar-benar menggunung,” tambahnya.

Merespons keluhan itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki, mengakui pengangkutan sampah tidak berjalan optimal saat banjir rob terjadi.

“Memang ada kendala di lapangan. Saat banjir, akses ke TPS terganggu dan beberapa lokasi tergenang. Akibatnya pengangkutan tidak bisa optimal,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, genangan air di sejumlah TPS justru membuat sampah semakin berserakan. Kondisi ini memaksa petugas bekerja dua kali lebih berat.

“Di TPS yang tergenang, sampah tidak bisa langsung diangkut. Petugas harus memungut dan merapikan ulang sampah sebelum dimasukkan ke armada,” jelasnya.

Selain faktor banjir, perubahan pola pembuangan sampah warga turut memperparah kondisi TPS. Biasanya warga membuang sampah pada malam hari. Namun saat air pasang, waktu pembuangan bergeser ke siang hari atau saat air surut. “Ini membuat TPS cepat penuh,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, DLH Banjarmasin menetapkan langkah penanganan darurat. Selama tiga hari ke depan, DLH menargetkan normalisasi tumpukan sampah di TPS yang terdampak banjir rob.

“Kami lemburkan petugas dan memaksimalkan armada pengangkut sampah di sejumlah titik rawan,” tegas Marzuki.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Sampah