BANJARBARU – Banjir kembali merendam Perumahan Terrace Pelangi, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin.
Debit air yang sempat surut kini kembali meningkat sejak Selasa (7/1) siang, memaksa sejumlah warga mengungsi di atas jembatan menggunakan tenda darurat.
Total ada 58 KK di Perumahan Terace Pelangi. Dari jumlah itu, 18 KK memilih mengungsi di atas jembatan. Sementara sisanya bertahan di Kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur.
Salah satu warga, Faridah, memilih mengungsi di atas jembatan karena lebih mudah memantau kondisi air dan rumah masing-masing. “Lebih nyaman di sini supaya bisa langsung memantau rumah, juga melihat kondisi air apakah naik lagi atau turun,” ujarnya, Rabu (7/1).
Hal senada disampaikan Raila, warga lainnya yang turut mengungsi di jembatan. Ia mengatakan, warga mendirikan tenda secara swadaya menggunakan terpal seadanya. “Kita bertenda saja, pakai terpal. Bisa langsung lihat kondisi air dan rumah,” ucapnya.
Raila menuturkan, banjir sempat surut pada Selasa (6/1) pagi, bahkan sebagian warga sudah mulai membersihkan rumah. Namun, air kembali naik pada siang harinya. “Di jalan sudah hampir sepaha. Di dalam rumah bervariasi, ada yang selutut,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan pengungsi, warga mengaku masih kekurangan sejumlah bantuan, terutama obat-obatan dan kebutuhan anak-anak. “Kalau untuk MCK, kami balik ke rumah masing-masing. Di sini tidak ada toilet atau MCK portable,” tambah Raila.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief