Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Drainase di Banjarmasin Capai 153 Kilometer, Masih Ada Yang Tersumbat dan Belum Terhubung ke Sungai

Zulvan Rahmatan • Rabu, 7 Januari 2026 | 13:37 WIB
Drainase di KM 1 Jalan Ahmad Yani Banjarmasin, salah satu yang diklaim dalam keadaan tersumbat.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Drainase di KM 1 Jalan Ahmad Yani Banjarmasin, salah satu yang diklaim dalam keadaan tersumbat.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Sejumlah drainase kota diklaim masih tersumbat hingga belum terhubung optimal dengan sungai di sekitar. Kondisi ini masih jadi pekerjaan rumah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.

Kabid Drainase PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania mengatakan drainase rawan tersumbat material sampah dan sedimen yang mengendap hingga menyumbat saluran air untuk mengalir, salah satunya di Jalan Ahmad Yani KM 1.

“Tersebar dan masih banyak dari lima kecamatan di Banjarmasin,” ujarnya. Rabu (7/1/2026).

Akibat itu, peran drainase di cuaca ekstrem dan banjir rob diakui lebih berat, sebab selain ada penyumbatan, juga terdapat jaringan drainase yang belum sampai dari titik genangan menuju sungai.

“Di Jalan Kelayan B itu masih belum sampai ke Kantor Satpol PP. Tapi terus kami upayakan sebab kendala anggaran yang masih terbatas,” terangnya.

Harwita menegaskan, fungsi drainase sebagai serapan awal sangat bergantung dengan peran sungai sebagai penamumpung air alami, sehingga kerja sama lintas bidang diharapakan mampu mengembalikan fungsi sungai yang lebih ternormalisasi.

“Drainase bisa berfungsi baik apabila terkoneksi dengan penerima air, sedangkan sungai memang banyak belum ternormalisasi,” ungkapnya.

Dia mengakui, jaringan drainase di Kota Seribu Sungai sudah terbangun sekitar 153,39 kilometer, itu pun baru sekitar 20 persen dari total yang harusnya dibangun, termasuk di jalan provinsi dan jalan nasional yang masih dianggap perlu.

“Ini perlu ditingkatkan kapasitasnya, Jalan Hasan Basry masih kerap tergenang. Sedangkan kami baru mampu tiga kilometer pertahun. Harapannya bisa dibantu oleh pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” harapnya.

Sebab itu, tahun ini bidang drainase mengakui akan fokus memperlebar drainase, menambah panjang jaringan hingga terhubung optimal dan mengembalikan fungsi yang sebelumnya tersumbat.

“Semoga bisa dianggarkan lebih banyak, dari 60 centimeter bisa diperlebar jadi satu meter, kami harap masyarakat juga bisa membantu membersihkan saluran yang tersumbat,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi terkait normalisasi sungai sudah dilakukan ke Kepala Bidang Sungai, PUPR Banjarmasin, Syafiq Huwaida. Namun petugas kantor menyebut sedang tak berada di tempat, pesan yang dilayangkan juga belum mendapat respons.

Editor : Arif Subekti
#Terhubung #banjarmasin #Drainase #Sungai