BANJARBARU – Pemko Banjarbaru menetapkan status siaga banjir hingga 13 Januari 2026. Penetapan tersebut menyusul masih tergenangnya sejumlah wilayah di kota ini.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, salah satu daerah yang masih terendam yakni Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang. Di sana ada 92 jiwa yang terdampak.
Kemudian di Kecamatan Landasan Ulin ada puluhan jiwa di dua kelurahan yang masih terdampak banjir. Yakni 38 jiwa di Kelurahan Landasan Ulin Timur dan 20 jiwa di Kelurahan Guntung Manggis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid menjelaskan, sebelumnya status sempat dinaikkan ke level awas seiring meningkatnya debit air dan potensi hujan berulang.
Bahkan, sirine peringatan dini sempat dibunyikan sebagai langkah antisipasi. Namun, prediksi hujan tidak terjadi dan debit air justru turun cukup signifikan. “Kami sempat memperkirakan hujan kembali turun, sehingga sirine dibunyikan. Tapi ternyata debit air turun dan kondisinya kini lebih terkendali,” jelasnya.
Ia memastikan kesiapsiagaan tetap dilakukan hingga 13 Januari mendatang. Dari sisi logistik, Harun menegaskan kondisi masih aman dan mencukupi untuk kebutuhan warga terdampak. “Logistik aman dan terus kami pantau. Kami tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief