Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Stok Darah Masih Belum Stabil, Pasien RSUD Ulin Banjarmasin Mencari Pendonor Sendiri

Zulvan Rahmatan • Minggu, 4 Januari 2026 | 14:36 WIB
TRANSFUSI: UTD RSUD Ulin Banjarmasin melayani permintaan transfusi darah di loket. Minggu (4/1). (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
TRANSFUSI: UTD RSUD Ulin Banjarmasin melayani permintaan transfusi darah di loket. Minggu (4/1). (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Krisis stok darah di RSUD Ulin Banjarmasin sudah mulai terkendali, namun kondisinya masih belum stabil. Keluarga pasien menempuh alternatif dengan mencari pendonor sendiri.

Salah satunya dialami Yanto, warga Teluk Tiram yang istrinya rawat inap akibat menderita komplikasi.

Ia mengaku sempat kesusahan mencari golongan darah A, akibat Unit Transfusi Darah (UTD) yang didatangi mengalami kekosongan stok. Kondisi serupa juga ditemui saat ke PMI di Jalan S. Parman.

“Kalau kosong tidak mungkin diam, jadi pilihannya saya cari pendonor pribadi, dari teman atau keluarga,” ujarnya. Minggu (4/1/2026).

Yanto menilai, stok darah tak sepenuhnya kosong, melainkan masih kurang lengkap. Sebab sewaktu-waktu golongan darah bisa saja tersedia, tergantung waktu dan kesesuaian permintaan.

“Pasien lain juga sempat dapat stok darah, tapi kebetulan saya tidak,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga sempat dialami Riyan Susanto, warga Tabalong yang istrinya baru saja menjalani operasi caesar.

Ia baru dapat golongan darah A setelah mendatangi ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin. “Kemarin aman, syukur stoknya masih ada,” sebutnya hari ini.

Meski demikian, PMI Banjarmasin menyatakan stok darah masih jauh dari posisi melegakan. “Sampai saat ini masih kurang terus,” ucap Kepala UDD PMI Banjarmsin, Aulia Ramadhan Supit.

Aulia menyatakan kondisi stok darah di PMI masih belum stabil, sebab itu masyarakat diimbau agar bisa mendonorkan darah.

Terpisah, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Dr. Among Wibowo melalui Kepala Ruang Instalasi Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPDRS) Sri Normayani membenarkan kondisi itu. Namun kini, krisis stok diklaim sudah mulai terkendali.

“Tepatnya itu seminggu sebelum Natal dan Tahun Baru, namun mulai 2 Januari tadi sudah mulai normal kembali,” terangnya.

Menurutnya Sri, kondisi ini sempat berdampak langsung bagi pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUD. Terutama bagi pasein kemoterapi, cuci darah, penderita kelainan darah dan pasien yang akan menjalani operasi.

Sebagai alternatif, pihak UPDRS mengimbau keluarga pasien membawa pendonor pribadi satu sampai dua orang untuk dilakukan aftap atau penyadapan dari pukul 09.00-14 Wita.

Meski golongan darah berbeda, pihak UPDRS tetap mendorong. Sebab golongan darah yang terkumpul bisa dijadikan stok untuk saling ditukar sesuai keperluan.

“Inilah solusinya, keluarga pasien diminta membawa pendonor. Kami buka penyadapan darah setiap hari, termasuk tanggal merah,” tandasnya.

“Meski golongan darah berbeda, keluarga pasien bisa saling bantu. Stok darah akan tetap ada sehingga kebutuhan transfusi dapat terus terpenuhi,” tutupnya.

Pihak rumah sakit berharap, kesadaran semua pihak bisa meningkat untuk menjadi pendonor, baik untuk keluarga, sukarelawan maupun donor pengganti.

Editor : Arif Subekti
#rsud #pmi #banjarmasin #Ulin #stok #donor darah #krisis