Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sepi Pendonor, RSUD Ulin Krisis Stok Darah

Zulvan Rahmatan • Jumat, 2 Januari 2026 | 14:58 WIB

KRISIS STOK DARAH: RSUD Ulin Banjarmasin sedang mengalami krisis stok darah untuk transfusi.
KRISIS STOK DARAH: RSUD Ulin Banjarmasin sedang mengalami krisis stok darah untuk transfusi.
BANJARMASIN - Krisis stok darah bikin khawatir pasien rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin. Kondisi ini berlangsung sekitar sepekan terakhir. 

Salah satunya dirasakan Riyan Santoso, ia mengaku kesulitan mencari stok darah untuk istrinya yang akan menjalani operasi caesar besok.

“Trombositnya turun, maka perlu transfusi darah sekitar lima kantong sebelum caesar,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (2/1/2026).

Menurut pengakuan Unit Transfusi Darah (UTD) yang baru saja ia datangi, kekosongan stok sudah bertahan hingga 10 hari ke belakang.

“Pasti khawatir, istri perlu darah golongan A tapi stok tidak ada. Tapi masih diarahkan untuk meminta langsung ke PMI,” tambah Riyan.

Warga Tabalong ini berharap, pihak rumah sakit dapat memperkuat koordinasi dengan pihak luar, agar krisis stok darah secepatnya teratasi.

“Di sini RS rujukan dari berbagai daerah di Kalsel, kalau stok kosong mohon perkuat koordinasi, RS diharapkan juga tak tinggal diam,” tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan Fathur yang tengah mendampingi sang ibu dalam masa perawatan. Ia bahkan harus ekstra keras mencari pendonor pribadi.

“Kemarin sempat ke PMI juga dan UTD di lantai tiga tapi kosong, Alhamdulillah cari pendonor sendiri ada sekitar dua kantong golongan O,” ungkapnya.

Selain itu, kesulitan stok darah AB juga disebutkan oleh Fahmi. “Tadi pagi saya ke PMI banyak dari mereka kesulitan cari AB,” ucapnya.

“Beruntung tadi pagi dapat satu dan barusan lima, jadi tinggal dua. Tante saya baru saja melahirkan jadi perlu darah,” terang Fahmi.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Dr. Among Wibowo melalui Kepala Ruang Instalasi UPDRS Sri Normayani telah merespons permintaan wawancara. Namun hingga berita ini diturunkan, pertanyaan yang diajukan masih belum mendapat jawaban.

Baca Juga: Dinsos dan PMI Tala Mulai Salurkan Nasi Bungkus untuk Warga Terdampak Banjir

Diberitakan pada Selasa, (30/12/2025) lalu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin, Aulia Ramadhan Supit tak menampik kondisi demikian. 

Menurutnya, transfusi darah mengalami peningkatan permintaan, sementara jumlah pendonor berkurang, diduga akibat libur akhir tahun. Kondisi ini membuat PMI khawatir suplai darah ke rumah sakit tak mencukupi.

“Permintaan pasien yang membutuhkan masih ada, sedangkan sekarang sedang sepi pendonor," keluhnya.

Belakangan, event donor darah tak bisa lagi digelar, lantaran banyak kegiatan instansi yang dibatalkan atau diundur ke tahun depan. "Selain menerima donor langsung, kita juga lakukan program donor di instansi-instansi, tapi sekarang banyak yang diundur, padahal ini harapan kami," lanjut Aulia.

Lewat kampanye di medsos, PMI mendorong kedatangan sukarelawan. Namun hasilnya masih nihil. "Karena akhir tahun, masyarakat sedang berlibur dan pendonor berkurang," ungkapnya Aulia.

Ia menambahkan, rumah sakit biasanya meminta stok darah donor untuk pasien rutin transfusi, seperti thalasemia, kanker, dan cuci darah. Permintaan terbanyak datang dari RSUD Ulin Banjarmasin.

Editor : Sutrisno
#RSUD Ulin Banjarmasin #banjarmasin #krisis stok darah