Jam berukuran besar tersebut dikabarkan tidak berfungsi, meski sebelumnya telah diperbaiki dengan anggaran ratusan juta rupiah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Banjarbaru, Abdusamad, membenarkan adanya gangguan pada jam di Tugu Adipura.
Namun ia menegaskan, kerusakan tersebut bukan pada sistem utama jam.
“Jam itu diperbaiki sudah sekitar setahun yang lalu. Kemarin sudah dicek, ternyata akinya drop. Sekarang masih dicek lagi apakah ada komponen lain yang terganggu,” ujarnya, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan, meski tampilan jam terlihat manual, sistem kerjanya sebenarnya menggunakan sistem elektrik. Karena itu, gangguan pada sumber daya seperti aki dapat memengaruhi fungsi tampilan jam.
“Tampilannya saja yang manual, tapi sebenarnya elektrik,” jelasnya.
Abdusamad juga memastikan, pihaknya masih akan fokus melakukan pengecekan dan perbaikan. Hingga saat ini, belum ada rencana dari Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mengganti jam tersebut dengan model yang lebih modern.
“Untuk sementara kita cek dan perbaiki dulu sesuai kendalanya,” tandasnya.
Sebelumnya, Disperkim Banjarbaru sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp194.139.000 untuk pemeliharaan empat unit jam di Tugu Adipura pada akhir 2024.
Yasa Persada Dewantara yang beralamat di Lantai 4 Graha Krama Yudha, Jakarta Selatan, menjadi pihak pelaksana proyek pemeliharaan dengan pola non tender.
Editor : Sutrisno