Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Sirajoni, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, mengungkapkan bahwa dua hari menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut, volume sampah yang masuk ke TPA Gunung Kupang meningkat tajam.
“Dua hari sebelum kemarin itu, rata-rata sampah yang masuk sekitar 200 ton per hari. Padahal biasanya hanya 165 ton. Jadi ada kenaikan sekitar 35 ton,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).
Menurut Sirajoni, peningkatan volume sampah tidak hanya terjadi sebelum acara, tetapi juga berlanjut hingga hari pelaksanaan dan dua hari setelahnya.
Dalam periode tersebut, jumlah sampah yang tercatat mencapai rata-rata 216 ton per hari, atau naik sekitar 51 ton dibandingkan rata-rata harian normal.
“Di H+2 itu kurang lebih rata-rata 216 ton per hari. Itu kenaikannya,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan sampah, DLH Banjarbaru mengerahkan pasukan oranye serta dibantu relawan dari sejumlah pesantren.
Posko kebersihan khusus kegiatan Momen 5 Rajab Sekumpul dipusatkan di Pool Armada DLH di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar.
Terkait kendala di lapangan, Sirajoni menyebut pihaknya relatif terbiasa menangani peningkatan sampah saat kegiatan keagamaan berskala besar.
Namun, jumlah jemaah yang hadir tahun ini dinilai jauh lebih banyak, ditambah bertambahnya titik kumpul saf salat.
Salah satu lokasi dengan kepadatan jemaah tinggi terjadi di Lapangan dr Murdjani Banjarbaru, di mana jemaah dilaporkan meluber hingga ke sejumlah titik sekitar lapangan.
“Itu yang menjadi kendala kami, artinya penambahan volumenya saja,” pungkas Sirajoni.
Editor : Sutrisno