Getaran doa dan lantunan syair mengalir jauh, membentang hingga puluhan kilometer dari pusat kegiatan.
Di Banjarbaru, kepadatan terlihat di berbagai titik. Salah satunya di Q Mall Banjarbaru yang berubah menjadi ruang kebersamaan.
Area mal dipadati jemaah hingga meluber ke parkiran dan badan jalan, mengikuti siaran langsung pengajian.
Muhammad Ihsan Saufi, jemaah asal Pulang Pisau, mengaku terkesan dengan pelaksanaan 5 Rajab tahun ini.
Antusiasme jemaah, menurutnya, tak pernah surut pada agenda keagamaan yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
“Bukan hanya Q Mall yang terbuka, tapi banyak toko hingga dealer ikut dibuka untuk jemaah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti solidaritas warga yang menyambut tamu dari berbagai daerah dengan kehangatan luar biasa.
Rumah-rumah dibuka, jemaah disambut bak keluarga yang lama tak berjumpa.
“Kadang kami ditegur duluan, disuruh masuk istirahat dan disuguhi makanan,” ungkap Ihsan dengan haru.
Bagi Ihsan, momen 5 Rajab bukan sekadar pengajian tahunan. Ia menyebutnya sebagai ruang rindu kepada almarhum Abah Guru Sekumpul sekaligus pengalaman spiritual yang selalu meninggalkan kesan mendalam.
“Saya tidak pernah jera, justru selalu dinantikan setiap tahunnya,” katanya.
Tahun ini, Ihsan datang bersama saudaranya. Orang tuanya tak lagi ikut karena faktor usia. Ia berharap Sekumpul tetap menjadi ruang kebersamaan yang sama—meski wajah-wajah yang hadir bisa berubah dari tahun ke tahun.
“Kita berharap selalu diberi umur panjang dan kesehatan agar bisa berkumpul kembali,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno