Penyekatan mulai diberlakukan pukul 17.30 Wita di depan Tugu Adipura Banjarbaru, tepat di kawasan kediaman Wali Kota Banjarbaru. Titik ini menjadi batas terakhir kendaraan sebelum diarahkan ke lokasi parkir alternatif.
Kasatlantas Polres Banjarbaru Embang Pramono menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan karena kantong parkir di kawasan dalam—mulai Martapura hingga Bundaran Simpang Empat Banjarbaru—telah terisi penuh, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca Juga: Simpang Empat Sekumpul Jadi Lautan Manusia, Semoga Cuaca Tetap Bersahabat
“Penyekatan ini dilakukan karena kantong parkir di dalam sudah penuh. Baik R2 maupun R4 sudah tidak memungkinkan masuk,” ujarnya.
Dengan penyekatan ini, jemaah dialihkan ke sejumlah kantong parkir alternatif di dalam kota, di antaranya Lapangan Dr Murdjani, kawasan Kolam Renang Idaman, serta sejumlah area perkantoran yang dibuka sebagai lokasi parkir tambahan.
Menurut Embang, kapasitas parkir di lokasi-lokasi tersebut cukup besar. “Perkiraan daya tampungnya sekitar 5.000 hingga 10.000 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” katanya.
Baca Juga: Penuh Jemaah Sejak Sore, Akses Jalan Veteran Sungai Sipai Ditutup
Langkah pengamanan ini, lanjut dia, bertujuan mencegah kepadatan berlebih saat puncak pengajian malam 5 Rajab sekaligus menghindari kendaraan parkir di badan jalan yang berpotensi memicu kemacetan.
“Tujuannya agar arus lalu lintas tetap terkendali dan jemaah lebih aman serta nyaman,” imbuhnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di sejumlah ruas Banjarbaru masih relatif lancar, meski terjadi perlambatan di beberapa titik. Penyekatan dan pengalihan ini diprioritaskan bagi jemaah yang datang dari arah Banjarmasin, Barito Kuala, serta jalur Banjarmasin dan sekitarnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno