Kondisi ini kembali terulang saat hari libur, tanpa aktivitas pengangkutan terlihat di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan tiga bak penampungan penuh sesak. Sampah juga meluber dan berserakan di sekitar TPS.
Alat berat yang biasanya beroperasi tampak terparkir rapi, tanpa tanda-tanda aktivitas.
Norma (46), warga yang hendak membuang sampah, mengaku heran melihat kondisi TPS yang dibiarkan menumpuk.
“Sepertinya memang tidak ada pengangkutan. Kalau lihat kondisinya, ini sudah beberapa hari,” ujarnya.
Ia mengingatkan dampak lingkungan jika kondisi itu berlarut. Bau menyengat mulai tercium, sementara musim hujan dan pasang rob berpotensi memperparah situasi.
“Kalau dibiarkan begini, sampah bisa hanyut ke mana-mana saat kawasan ini tergenang,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Hendra (48), pengepul barang bekas di sekitar TPS. Menurutnya, sampah menggunung setidaknya sejak dua hari terakhir.
“Sejak Kamis masih ada sisa di pojokan dekat sungai. Tidak tahu kenapa tidak diangkut,” ujarnya.
Ia mengaku sempat mendengar sebagian petugas kebersihan diperbantukan ke kegiatan 5 Rajab di Sekumpul.
Bahkan pada hari biasa, truk pengangkut kerap tidak kembali meski sampah masih tersisa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Kuala, Abdi Maulana, membenarkan adanya petugas yang diperbantukan ke Sekumpul, meski jumlahnya terbatas.
“Petugas lapangan yang diperbantukan hanya enam orang,” jelasnya.
Abdi mengakui volume sampah tengah meningkat, sementara akses menuju TPA Banjarbakula padat dan tutup saat hari libur.
“Insya Allah besok pengiriman ke TPA regional sudah bisa dilakukan kembali,” katanya.
Seluruh sampah Batola saat ini masih bergantung pada TPA regional karena TPA Tabing Rimbah belum berfungsi. Pembangunan TPA tersebut baru direncanakan tahun depan.
“Saat ini armada pengangkut di TPS Handil Bakti standby tiga unit,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, DLH Batola telah membangun hanggar penampungan sementara di TPA.
“Hanggar sudah selesai. Tinggal menunggu beberapa hari agar bisa dimanfaatkan maksimal supaya TPS bisa dikosongkan,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno