BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin mengungkapkan angka tinggi kasus diare telah mencapai 8.671 laporan sejak periode Januari hingga November 2025.
Mayoritas diare diderita oleh kalangan di atas usia 5 tahun keatas, jumlahnya mencapai 6.247 atau sekitar 72 persen.
Sedangkan sisanya, diderita oleh kalangan balita dengan usia 5 tahun ke bawah sebanyak 2.424 jiwa.
Kendati demikian, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjarmasin, Muhammad Ramadhan mengatakan meski kelompok balita lebih rendah, namun risiko terkena dehidrasi dan komplikasi akibat diare masih tinggi.
“Jumlah kasus balita lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya, tapi balita tetap menjadi kelompok rentan,” ujarnya, Rabu (24/12).
Dinkes menyatakan penyakit diare yang berbasis lingkungan cenderung sedang meningkat pada musim hujan, akibat penurunan kualitas air dan sanitasi.
Untuk mencegah lebih banyak laju diare, Ramadhan menegaskan pihaknya melakukan surveilans dan kewaspadaan dini.
“Pencegahan juga didukung melalui koordinasi lintas sektor dalam Peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak,” tegasnya.
Ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan dan ketepatan tata laksana diare melalui penyediaan oralit dan zinc di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami imbau menjaga kebersihan lingkungan. Segera akses pelayanan kesehatan apabila mengalami diare, khususnya pada kelompok balita,” sebut Ramadhan.
Dinkes juga gencar melakukan kegiatan promosi dan edukasi untuk mendorong masyarakat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain diare, kasus demam berdarah dengue (DBD) masih berpotensi meningkat akibat penyebaran di musim hujan.
Berdasarkan data yang diterima Radar Banjarmasin, total kasus DBD mencapai sebanyak 19 kasus sepanjang Januari hingga November 2025.
Januari 2 kasus, Februari 3 kasus, Maret 3 kasus. Sementara itu terdapat 1 kasus perbulan dari April hingga Juli.
Kemudian 2 kasus perbulan sejak Agustus hingga November ini. Namun untuk demam dengue (DD) cenderung lebih tinggi.
Meski gejala DD lebih ringan dari DBD, data serupa menunjukan terdapt 74 kasus DD berdasarkan periode yang sama.
Yang tertinggi pada bulan Februari mencapai 13 laporan, November 11 laporan, Oktober 9 laporan, Agustus-September 8 laporan.
Kemudian, Juni 6 laporan dan Mei 5 laporan. Januari, Maret, April masing-masing 4 laporan, dan yang paling rendah 2 laporan pada Juli.
Editor : Arif Subekti