Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Bawang Merah Terjun Bebas, Disperdagin Kota Banjarmasin Imbau Pedagang Hitung Cermat Permintaan Masyarakat

Zulvan Rahmatan • Selasa, 23 Desember 2025 | 12:19 WIB

WAWANCARA: Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar.
WAWANCARA: Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar.
BANJARMASIN - Harga bawang merah di Pasar Lima Banjarmasin anjlok drastis dalam tiga hari terakhir. 

Dari Rp42 ribu per kilogram pada Minggu (21/12/2025) malam, harga terjun bebas menjadi Rp32 ribu per kilogram pada Senin (22/12/2025). Bahkan beberapa pedagang menjual di bawah Rp30 ribu per kilogram.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengimbau agar pedagang, khususnya distributor dapat lebih cermat membaca permintaan pasar.

Termasuk potensi keuntungan dan kerugian yang bakal dialami. Sebab selama ini akses pembelian antar daerah telah dilakukan langsung ke produsen di wilayah penghasil.

“Agar bisa diperhitungkan dengan kebutuhan masyarakat sehingga inflasi bisa terkendali,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).

Disperdagin mengakui, selama ini upaya hubungan dagang antar daerah pemasok telah dioptimalkan untuk memperluas opsi penyaluran.

Termasuk dengan Brebes, Jawa tengah dan pada Oktober tadi dengan Enrekang di Sulawesi Selatan.

“Silakan bisnis to bisnis, karena kadang satu daerah panen satunya belum. Jadi tergantung pesanan sendiri,” jelas Tesar, sapaan akrabnya.

Ia menduga antusiasme pasokan mengucur deras akibat persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berdekatan dengan momen 5 Rajab.

Sedangkan, pemerintah daerah melalui Disperdagin hanya bisa memastikan agar ketersediaan stok tetap terjaga.

“Ketika kekurangan stok, kita terus dorong pedagang untuk pembelian. Tapi pedagang tetap harus memperkirakan transaksi mereka,” beber Tezar.

Ia juga mengakui bahwa lonjakan harga bawang sempat terjadi belum lama tadi. Misalnya seperti bawang merah dari Bima dan Brebes yang menyentuh harga Rp50 ribu sampai Rp55 ribu.

“Memang ada perbedaan sekitar Rp5 ribu. Sementara jika Rp30 sampai Rp35 itu kondisi normal. Fluktuasi harga memang bisa terjadi,” terangnya.

Fluktuasi atau turun naik harga dipengaruhi oleh ketersediaan dan permintaan, walaupun stok melimpah pedagang juga diminta cepat melepas agar menghindari risiko kerugian.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #bawang