Penyebabnya, pasokan melimpah dari Sulawesi dan Jawa akibat panen raya. Sementara permintaan jelang Natal, Tahun Baru (Nataru), dan momen 5 Rajab tidak sebanding dengan stok yang membanjiri pasar induk ini.
"Barang masuk banyak, tapi yang belanja tidak sebanyak itu," ungkap Noorwati, pedagang bawang merah di Pasar Lima, Senin (22/12).
Baca Juga: Status Mahasiswa Fazar Bungas Terancam Usai Ditetap Sebagai Tersangka Kasus Video Gay Viral
Noorwati mengaku khawatir. Bawang yang dibelinya dengan harga tinggi kini harus dijual rugi. "Bukan naik, tapi turun terus. Semalam sempat Rp42 ribu, sekarang Rp32 ribu per kilo," keluhnya.
Kondisi serupa dialami Abdul Latif, pedagang lain di lokasi yang sama. Ia menyebut pasokan bawang merah masuk deras dengan berbagai kualitas, memicu persaingan harga yang brutal.
"Jadi terasa pergolakan harga beradu. Apalagi modal mahal," ucap Latif.
Baca Juga: Kasus Video Sesama Jenis Selebgram Balangan, Tokoh Agama Balangan Buka Suara
Latif mengungkapkan, penurunan harga sudah berlangsung tiga hari belakangan. Momen Nataru yang biasanya mendongkrak harga justru tidak berdampak tahun ini.
"Sudah di bawah Rp30 ribu per kilo. Kalau pasokan banyak masuk, pasti turun, walau di sini pasar induk," bebernya.
Meski demikian, lonjakan harga sempat terjadi pada awal Desember. Saat itu, harga bawang merah tembus Rp40 ribu ke atas per kilogram. Tingginya harga sempat membuat pedagang bertahan.
Baca Juga: Pelarian Enam Bulan Berakhir, Tersangka Utama Pembunuhan Sadis di Loksado Ditangkap
"Sempat bertahan saat awal bulan, harga naik. Permainan harga memang tidak ada, tapi sedang banyak suplai saja," tambah Latif.
Di Pasar Lima, lebih dari 100 agen bawang merah beroperasi. Mereka kini menghadapi risiko kerugian akibat stok melimpah dan harga terus merosot.
Pedagang belum tahu sampai kapan kondisi ini bertahan. Latif berharap pasokan segera menyesuaikan permintaan agar harga stabil dan pedagang lolos dari ancaman kerugian besar.
Baca Juga: Kejagung Copot Tiga Jaksa OTT KPK di HSU dan Hentikan Gaji
"Masih belum tahu, tergantung pasokan ini. Mudah-mudahan cepat stabil," harapnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno