Program ini menjadi lanjutan setelah pada APBD murni sebelumnya hanya lima rumah yang dapat ditangani.
Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan Sosial, dan Penanganan Kemiskinan Dinsos Banjarmasin, Rizma Try Sakti, memantau langsung proses rehabilitasi rumah warga, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: 2.280 Aset Tanah Pemkab Tanah Bumbu Tersertifikasi
Dari hasil pemantauan, sebagian besar pengerjaan telah rampung, sementara sisanya memasuki tahap akhir dengan progres sekitar 90 persen.
“Di APBD murni perbaikan rutilahu ada lima unit, sedangkan di APBD perubahan ada 24 unit. Jadi total tahun ini ada 29 rumah tidak layak huni yang berhasil diperbaiki,” ujar Rizma.
Ia mengakui, faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program, terutama karena pengerjaan dilakukan di akhir tahun yang kerap diwarnai hujan intensitas tinggi.
Baca Juga: H Anas Menang Pilkades PAW Jorong Tanah Laut (Tala)! Unggul Tipis dari Rival
Hal tersebut menjadi bahan evaluasi agar ke depan pekerjaan tidak lagi menumpuk di penghujung tahun.
“Memang ada laporan keterlambatan karena hujan. Untuk 2026, kami sudah menganggarkan 125 unit rutilahu dengan total anggaran sekitar Rp4 miliar,” katanya.
Sebagai strategi, Dinsos akan membagi pelaksanaan perbaikan rutilahu pada awal tahun ke dalam tiga tahap guna menghindari risiko cuaca ekstrem.
Baca Juga: Nama Kajari HSU Mencuat di OTT KPK! Beredar Kembali Unggahan Lama Rekam Jejaknya di Media Sosial
Target penyelesaian setiap unit ditetapkan maksimal satu setengah bulan sejak anggaran dikucurkan.
Mekanisme bantuan dilakukan melalui pengajuan masyarakat yang kemudian disurvei oleh Dinsos. Jika memenuhi syarat, bantuan disalurkan secara tunai atau transfer.
Setiap kepala keluarga menerima bantuan sekitar Rp35 juta dan wajib menggunakan dana tersebut khusus untuk perbaikan rumah, dengan pengawasan serta dokumen pertanggungjawaban.
Baca Juga: Jalur Jamaah Momen 5 Rajab di Banjarbaru Mulai Dibenahi
“Pada APBD murni bantuan Rp30 juta per kepala keluarga, lalu dinaikkan menjadi Rp35 juta di APBDP untuk tambahan sanitasi. Untuk 2026 besarannya tetap sama,” jelas Rizma.
Program ini menyasar rumah warga yang benar-benar rapuh dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Salah satu penerima bantuan adalah Arbayah (56), warga Gang Kenari III, Jalan Kampung Melayu Darat, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Baca Juga: Jelang Kehadiran Jutaan Jemaah ke Sekumpul, DLH Banjarmasin Siaga Lonjakan Sampah
Ia mengaku rumahnya telah lapuk selama bertahun-tahun, terutama pada bagian tiang, pondasi, dan atap.
“Sudah sekitar 10 tahun lapuk. Saya tinggal di sini hampir 50 tahun,” tuturnya.
Arbayah bahkan harus menambah sekitar Rp7 juta dari tabungan pribadinya sebagai buruh serabutan untuk menyempurnakan perbaikan rumah berukuran 3x5 meter tersebut.
Baca Juga: 143 Hari Tak Masuk Kerja, PNS Pemko Banjarmasin Dipecat, Dua Lainnya Disanksi karena Berselingkuh
Hal serupa dirasakan Rosdiana, warga Sungai Baru, Banjarmasin Tengah, yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah kayu lapuk dan bocor saat hujan.
Sebagai catatan, jumlah rutilahu yang diperbaiki Dinsos Banjarmasin mengalami fluktuasi. Pada 2022 tercatat 124 unit, 2023 sebanyak 125 unit, 2024 menurun menjadi 88 unit, dan pada 2025 tercatat 29 unit. (*)
Editor : M. Ramli Arisno