Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Becek dan Berdebu, Tanah Uruk Kotori Jalanan Kayutangi Banjarmasin, Ternyata Berasal Dari Dua Lokasi

Zulvan Rahmatan • Jumat, 19 Desember 2025 | 12:20 WIB
BERDEBU: Tanah merah mengotori dan membuat Jalan Hasan Basry berdebu. Foto diambil Kamis (18/12) siang.
BERDEBU: Tanah merah mengotori dan membuat Jalan Hasan Basry berdebu. Foto diambil Kamis (18/12) siang.

BANJARMASIN - Sudah dua hari Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara, menjadi kotor dan berdebu akibat ceceran tanah merah.

Paling kotor terutama di sisi jalan menuju dalam kota, dari Handil Bakti menuju Kayu Tangi.

Pantauan Radar Banjarmasin pada Kamis (18/12), tanah merah itu berasal dari dua lokasi pengurukan. Pertama lahan pribadi di seberang Indomaret Fresh, kedua dari lapangan sepak bola Kayu Tangi.

Bongkahan tanah uruk itu berasal dari roda truk yang keluar masuk area proyek dan tidak dibersihkan ketika memasuki jalan raya.

"Kemarin sore debu banget, apalagi di sini ada anak kecil," keluh Ana yang berdagang perabot rumah tangga bersama suaminya Sugi di tepi Jalan Hasan Basry.

Ia berharap, pemilik proyek menyadari masalah yang timbul akibat pekerjaan mereka.

"Asal tidak kotor dan bikin jalan berdebu," ucap Sugi.

Selain pedagang kecil, restoran Mie Gacoan di sana juga mengeluh. Manager Traning Gacoan, Akbar khawatir pelanggannya terganggu.

"Ini kalau pelanggan mau masuk pasti terganggu. Yang pasti parkiran sudah terkena. Semoga tidak masuk sampai sini," harap Akbar.

Dia menuntut pemilik proyek untuk bertanggung jawab. Tidak mengganggu warga sekitar, pengendara, dan pemilik usaha.

Penjaga proyek di dekat Gacoan, Anis mengaku tidak tahu apa yang sedang dikerjakan oleh pemilik lahan. Ia hanya tahu lahan itu hendak ditinggikan.

Namun, ia tak menyangkal keluhan masyarakat sekitar. Dia berjanji kejadian ini takkan terulang.

Pemilik juga telah menyadari kesalahannya dan meminta proses keluar masuk truk pengangkut tanah uruk untuk dibersihkan.

"Sudah ada arahan dari pemilik. Mungkin nanti kami bersihkan dulu, disemprot ban truknya agar bersih ketika keluar," jelas Anis.

Di tempat berbeda, pengurukan juga tengah berlangsung di lapangan sepak bola Kayu Tangi.

Dari plang yang dipasang, proyek tersebut milik Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel yang dikerjakan CV. Tirta Arjuno Lestari.

Pengawas proyek, Rizki mengakui bahwa pekerjaan dengan nilai Rp 637.446.537 itu sedang dikebut.

Dikatakannya, pihaknya mendatangkan 1.300 meter kubik tanah uruk. Dia memastikan proyek tersebut tidak akan mengotori jalan karena telah diantisipasi sejak hari pertama.

"Kami alat lengkap. Kalau hari panas, kita keruk dulu ban truk itu, bila hari hujan kita semprot," tegasnya.

"Lihat saja, dari kemarin yang paling debu dibawa oleh siapa? Kami selalu usahakan truk keluar dalam kondisi bersih," tutupnya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Tata Kota #jalan #banjarmasin #debu #Infrastruktur