Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pembangunan TPS3R di Banjarmasin Masih Hadapi Penolakan

Zulvan Rahmatan • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:22 WIB

PENOLAKAN: Walikota Banjarmasin, M Yamin HR mengungkapkan masih terdapat gelombang penolakan pembangunan TPS3R.
PENOLAKAN: Walikota Banjarmasin, M Yamin HR mengungkapkan masih terdapat gelombang penolakan pembangunan TPS3R.
BANJARMASIN - Pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle) masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Banjarmasin.

Selain keterbatasan infrastruktur, penolakan dari sebagian warga di sekitar lokasi rencana pembangunan turut menghambat realisasi program tersebut.

Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR mengakui gelombang penolakan terhadap TPS3R masih terjadi, meski fasilitas pengolahan sampah ini direncanakan dibangun merata di seluruh kecamatan hingga tingkat kelurahan di Kota Seribu Sungai.

Baca Juga: Lansia Hilang 6 Hari di Martapura Ditemukan Kritis di Kawasan Rawa

“Masih ada penolakan dari masyarakat. Padahal TPS3R ini justru solusi pengelolaan sampah, terutama plastik,” ujar Yamin saat menghadiri sebuah agenda di salah satu hotel di Banjarmasin.

Menurutnya, TPS3R tidak akan menimbulkan bau menyengat apabila pengelolaan dilakukan sesuai prosedur.

Kuncinya terletak pada pemilahan sampah sejak dari sumber, sebelum diangkut ke lokasi pengolahan.

Baca Juga: Banjir Balangan Belum Surut, Sejumlah Kecamatan Masih Terendam

“Kalau kita komitmen, baik pemerintah maupun masyarakat, TPS3R tidak akan bau karena sampah yang dibawa sudah terpilah,” tegasnya.

Yamin menjelaskan, pengembangan TPS3R menjadi salah satu alternatif strategis di tengah upaya Pemko Banjarmasin merehabilitasi Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Basirih.

Saat ini, TPAS Basirih masih dalam proses pemenuhan ketentuan teknis agar dapat kembali beroperasi.

Baca Juga: LPG Subsidi Dijual Mahal, Pemkot Banjarmasin dan Pertamina Bersikap Tegas

“TPAS Basirih tidak ditutup permanen. Masih proses rehabilitasi dan kita kejar syarat-syarat yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Pemko Banjarmasin, lanjut Yamin, terus berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait kelanjutan operasional TPAS Basirih.

Ia berharap fasilitas tersebut bisa kembali difungsikan untuk menopang sistem pengelolaan dan pemilahan sampah kota.

Baca Juga: Video Balap Liar Viral, Polresta Banjarmasin Panggil 13 Remaja

Di sisi lain, Pemko menilai penguatan pemahaman masyarakat soal peran TPS3R menjadi kunci utama.

Melalui TPS3R, warga diharapkan aktif memilah sampah dari rumah, khususnya sampah plastik, sebelum diolah lebih lanjut.

“Dari pusat memang didorong perubahan kebiasaan, mulai dari pengurangan, pengelolaan, sampai pemilahan sampah plastik,” tandas Yamin.

Baca Juga: Puluhan Pangkalan LPG Nakal di Banjarmasin Jual Gas di Atas HET

Saat ini, pembangunan TPS3R di Banjarmasin turut mendapat dukungan dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.

TPS3R dirancang sebagai fasilitas pengelolaan sampah berbasis kawasan dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Melalui skema ini, masyarakat dilibatkan langsung untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, sekaligus mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#sampah plastik Kota Banjarmasin #TPS3R Banjarmasin #pengelolaan sampah Banjarmasin #TPAS Basirih #penolakan TPS3R