Target awal 10 sekolah yang tersebar di tiap kecamatan dipastikan meleset, lantaran adanya penyesuaian anggaran. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin kini memilih fokus pada dua sekolah terlebih dahulu.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengungkapkan, semula perbaikan total dirancang menyasar satu SD dan satu SMP di setiap kecamatan. Namun, hasil evaluasi sementara terhadap kemampuan APBD membuat rencana itu tak bisa dijalankan sepenuhnya.
“Targetnya 10 sekolah di tiap kecamatan itu satu SD dan satu SMP. Tapi rencana berubah menjadi dua sekolah saja dulu. Namun kita masih melihat hasil evaluasi APBD yang ada dan menyesuaikan lagi,” ujar Ryan, Senin (15/12/2025).
Untuk tahap awal, Disdik mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk merehab total dua sekolah tersebut. Meski demikian, perencanaan detail masih akan dimatangkan, mengingat program ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga dibarengi dengan kebijakan penggabungan atau regrouping sekolah.
Ia menjelaskan, regrouping dilakukan sebagai solusi atas persoalan sekolah yang kekurangan murid saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kebijakan ini sekaligus untuk mengubah stigma sekolah favorit dan non favorit yang selama ini masih terasa.
“Ini juga memecah konsentrasi yang selama ini sekolah favorit selalu menjadi tujuan utama. Makanya kita tingkatkan infrastruktur sekolah lainnya. Namun kita optimalkan melalui regrouping ini,” jelasnya.
Salah satu sekolah yang masuk dalam target perbaikan total adalah SDN Pengambangan 8 Banjarmasin. Sekolah tersebut dinilai memiliki lahan cukup luas untuk menampung penggabungan dari SDN Pengambangan 9 dan SDN Pengambangan 10.
Menurut dia, SDN Pengambangan 9 akan digabung karena lahannya merupakan milik TNI dan terdampak rencana program NUFReP ke depan. Sementara SDN Pengambangan 10 dipilih karena kondisi bangunannya sudah rusak parah, jumlah murid yang minim, serta lokasinya berdekatan dengan SDN Pengambangan 8.
“Jadi nanti ada tiga sekolah yang diregrouping,” terang dia.
Sebelum realisasi, rencana regrouping tersebut akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada orang tua siswa agar mendapat dukungan penuh. Di sisi lain, disdik tetap melakukan perbaikan terhadap sekolah rusak dengan kategori ringan atau lokal.
Ia menambahkan, ke depan desain bangunan sekolah juga akan diseragamkan. Seluruh bangunan dirancang saling terhubung tanpa perbedaan desain mencolok antarunit sekolah.
“Saling terhubung di desain. Jadi tidak ada lagi desain-desain berbeda antara sekolah satu dengan lainnya,” pungkas Ryan.
Editor : Sutrisno