Kepala Dishub Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, mengatakan masih banyak pedagang yang memanfaatkan ruang pemanfaatan jalan (Rumaja) sehingga berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas. Pedagang yang ditegur termasuk penjual buah durian hingga es kelapa.
"Kita hari ini memberikan imbauan kepada pedagang, khususnya pedagang buah durian yang terlihat berjualan di sepanjang Jalan PM Noor," ujarnya saat penertiban, Minggu (14/12/2025).
Baca Juga: Petani Martapura Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Rumah
Jalan PM Noor saat ini menjadi salah satu jalur utama perlintasan kendaraan, khususnya dari arah Banjarmasin menuju wilayah Hulu Sungai.
Diminta Sediakan Lahan Parkir Sendiri
Mirhansyah menegaskan, Dishub tidak melarang masyarakat berdagang. Namun, pedagang diminta memperhatikan aspek keselamatan berlalu lintas, termasuk tidak menutup ruang jalan dan menyediakan lahan parkir bagi pembeli.
Baca Juga: Qmall Banjarbaru Siapkan Fasilitas 3.000 Jemaah 5 Rajab
"Kalau berjualan di ruang pemanfaatan jalan, pasti akan menimbulkan parkir liar di bahu jalan. Karena itu kami minta pedagang menyediakan lahan parkir sendiri," jelasnya.
Aktivitas PKL yang memanfaatkan bahu jalan dinilai memicu kemacetan dan membahayakan pengendara, terutama pada jam sibuk.
Jalan PM Noor Harus Steril Jelang 5 Rajab
Baca Juga: 45 Warung Jablay Banjarbaru Terancam Dibongkar Paksa
Dishub Banjarbaru menegaskan Jalan PM Noor harus steril dari aktivitas PKL dan kegiatan lainnya menjelang pelaksanaan pengajian rutin Malam Senin 5 Rajab di Sekumpul, Martapura. Jalan tersebut akan digunakan sebagai salah satu jalur utama perlintasan jemaah dari berbagai daerah.
"Apalagi nanti saat 5 Rajab, Jalan PM Noor diminta steril untuk mempermudah mobilitas jemaah," tegas Mirhansyah.
Pedagang Siap Mundurkan Lapak
Baca Juga: Bocah Introvert Raih Nanang Favorit Kalsel 2025
Salah seorang pedagang durian, Fahrurrazi, menyambut baik imbauan dari petugas. Ia menyatakan siap memundurkan lapak dagangannya secara bertahap demi keamanan pengguna jalan.
"Lapak nanti kita mundurkan secara bertahap," katanya.
Terkait parkir, Fahrurrazi menyebut pihaknya sebenarnya telah menyiapkan lahan khusus. Namun, pada hari pertama berjualan belum ada petugas parkir sehingga masih terjadi parkir di bahu jalan.
Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, PUPR HSU Tekan Rekanan Rampungkan Proyek
"Biasanya ada petugas parkir dari warga. Karena ini hari pertama, belum ada. Kalau lahan parkir sebenarnya sudah kami sediakan," ujarnya.
Fahrurrazi memastikan akan menutup lapak dagangannya menjelang pelaksanaan pengajian 5 Rajab. Bahkan, lapak akan ditutup tiga hari sebelum acara berlangsung.
"Lima Rajab nanti kami tutup, karena kami juga ikut sebagai relawan," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno