Ratusan prajurit TNI AD menggeruduk Pasar Sentra Antasari Banjarmasin. Bukan untuk operasi militer, melainkan operasi kebersihan besar-besaran. Targetnya, tumpukan sampah yang sudah mengendap puluhan tahun.
Prajurit TNI bahu-membahu dengan para pedagang mengangkut sampah menggunakan sekop, karung, hingga gerobak. Aroma menyengat bercampur lumpur hitam tidak menyurutkan mereka. Satu per satu sudut pasar yang sebelumnya terabaikan akhirnya terbuka kembali.
Aksi bersih-bersih ini digelar dalam rangka Hari Juang Kartika ke-80, Hari TNI AD, serta HUT Korem 101/Antasari ke-64.
“Pasar adalah pusat perputaran ekonomi rakyat. Karena itu kita sengaja menyasar fasilitas umum seperti ini,” ujar Dandim 1007/Banjarmasin, Letkol CZI Slamet Riyadi disela giat.
Ia menilai Pasar Antasari sebenarnya sudah cukup bersih, tetapi tetap perlu perhatian lebih.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI–Polri selalu hadir di tengah mereka. Harapannya, pasar di Banjarmasin bisa lebih modern, lebih nyaman, dan mendukung ekonomi kerakyatan seperti yang dicanangkan Pak Prabowo,” ucapnya.
Kegiatan karya bakti hari ini diharapkan dapat memicu kesadaran pedagang dan pengunjung agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Ini memang tidak bisa maksimal, tapi minimal menjadi trigger agar kebersihan pasar lebih diperhatikan,” tambahnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin Muhammad Abdan Syakura ikut turun meninjau lokasi. Ia menyebut sedikitnya 200 personel TNI AD dikerahkan dalam kegiatan ini. Mereka bekerja bersama pedagang, ormas, pramuka, Satpol PP, dan jajaran Perumda Pasar.
Yang dibersihkan bukan sekadar sampah harian biasa. Di beberapa sudut pasar, sampah menumpuk begitu tebal dan menghitam. “Itu sampah lama, bahkan sudah ada sejak zaman pasar masih dikelola dinas. Puluhan tahun menumpuk,” ungkapnya.
Menurut dia, apa yang dilakukan hari ini baru langkah awal menuju rehabilitasi besar-besaran di kawasan pasar yang luasnya mencapai 4 hektare itu.
“Kita mulai dari yang paling mudah dulu, angkat sampah. Soal keamanan dan ketertiban pasar tetap menjadi prioritas kami,” katanya.
Karena luas dan kompleksitas Pasar Antasari, Abdan mengakui pembenahan tidak bisa dilakukan sekaligus. Perumda tengah memetakan titik prioritas yang memerlukan penanganan lebih berat. Termasuk rencana meng-hire tenaga profesional dan menggandeng DLH untuk pengangkutan sampah yang volumenya cukup ekstrem.
Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan pasar bukan hanya tanggung jawab pengelola, tetapi semua pihak. “Sampah itu berasal dari aktivitas pedagang dan pengunjung. Jadi kesadaran bersama sangat diperlukan agar pasar benar-benar bersih,” tegasnya.
Editor : Sutrisno