BANJARMASIN – Cuaca ekstrem kembali mengintai Banjarmasin pada Desember ini. Mengacu Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, curah hujan berada pada kisaran 200–400 milimeter dengan intensitas menengah hingga tinggi.
Potensi banjir, angin puting beliung, hingga rob diperkirakan meningkat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Husni Thamrin mengingatkan masyarakat agar lebih siap. Salah satu langkah yang ia soroti adalah menyiapkan tas siaga bencana di rumah masing-masing.
"Sering kali ketika bencana terjadi, orang panik. Bingung apa yang harus dibawa dan apa yang harus diselamatkan. Karena itu tas siaga bencana harus selalu ada," ujarnya, Selasa (9/12).
Thamrin menegaskan, tas ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan dasar. "Kita tidak menghendaki bencana, tapi kalau sampai terjadi, kita sudah siap mengamankan diri dan barang penting," tambahnya.
Lalu apa saja isi tas siaga bencana? Ia merincikan, idealnya untuk menghadapi situasi darurat diisi dengan dokumen penting, makanan ringan, dan air mineral. Berikutnya alat penerangan senter atau lampu kecil. Alat komunikasi, pakaian ganti, dan obat-obatan sesuai kebutuhan masing-masing.
"Ini barang-barang yang paling dibutuhkan kalau kita harus bergerak cepat. Jangan sampai saat banjir atau puting beliung, kita kehilangan dokumen penting atau obat-obatan yang kita perlukan," ujar dia.
BPBD menyampaikan edukasi ini lewat media sosial mMedsos). “Di Instagram, Facebook, semua ada. Kami juga berkolaborasi dengan mahasiswa yang menyebarkan kampanye #AmanDuluan, khusus menyasar anak-anak muda," ungkapnya.
Menurutnya, kelompok muda sangat efektif menjadi penggerak informasi cepat. "Gen Z ini kenalannya banyak. Jadi informasi bisa cepat menyebar dan lebih dipahami," tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan ini penting melihat pengalaman banjir besar 2021. "Kita sudah pernah merasakan dampaknya. Karena itu antisipasi harus dilakukan lebih awal," katanya.
Ia meminta warga turut melakukan langkah pencegahan sederhana, membersihkan saluran air, memastikan drainase tidak tersumbat, membersihkan kolong rumah, dan tidak membuang sampah sembarangan.
"Ini langkah kecil yang dampaknya besar. Kalau sungai dan drainase bersih, air cepat turun (surut)," tegas Thamrin.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief