Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasar Kian Sepi, DPRD Banjarmasin Minta Gebrakan Perumda Pasar Baiman

Endang Syarifuddin • Senin, 8 Desember 2025 | 12:53 WIB

SEPI: Pedagang pakaian tampak menunggu pembeli di salah satu lorong pasar di Banjarmasin yang kian sepi.
SEPI: Pedagang pakaian tampak menunggu pembeli di salah satu lorong pasar di Banjarmasin yang kian sepi.
BANJARMASIN - Suasana di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin kian sepi. Lapak-lapak yang dulunya ramai, kini lebih sering kosong pengunjung. 

Kondisi ini membuat Komisi II DPRD Kota Banjarmasin angkat suara. Mereka mendesak Perumda Pasar Baiman membuat terobosan yang benar-benar terasa dampaknya bagi pedagang maupun pembeli.

Ketua Komisi II, Faisal Hariyadi, mengaku prihatin melihat kondisi seperti ini. “Miris benar keadaan pedagang sekarang. Hidup segan mati tak mau,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, sepinya pasar bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kalah bersaing dalam publikasi dan promosi

Ia mencontohkan, toko online bisa muncul di beranda masyarakat setiap hari lewat iklan dan konten media sosial (medsos). 

“Sementara pedagang tidak punya dana untuk endorse, kerja sama dengan influencer, atau bikin konten promosi. Tapi Perumda bisa. Di situ letak perannya,” tegas politikus PAN ini.

Karena itu pihaknya meminta Perumda Pasar menyiapkan strategi yang lebih modern. Ia mengusulkan setiap pasar punya program kreatif yang dapat menarik pengunjung datang, seperti pusat kuliner, gelaran rutin, atau kegiatan tematik.

“Pokoknya harus ada alasan orang datang ke pasar. Kalau sekarang kan sunyi sekali,” keluhnya.

Ia mengingatkan kembali bahwa salah satu tujuan pembentukan Perumda Pasar adalah untuk meningkatkan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional. 

Dengan kondisi pasar yang berada di titik kritis jika tidak ada terobosan segera, pasar bisa semakin ditinggalkan masyarakat.

Nah, bola kini ada di tangan Perumda Pasar Baiman. Mampukah mereka menghadirkan gebrakan yang bisa menarik warga kembali menginjakkan kaki di pasar tradisional?

“Itu yang harus dikejar Perumda Pasar,” katanya.

Direktur Utama Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakura, tidak menampik kondisi yang disampaikan dewan. 

Ia menyebut persaingan antara perdagangan offline dan online saat ini sangat tidak seimbang. Para pedagang banyak mengeluh sepi. Mereka kalah bersaing dengan online.

Bahkan data yang masuk ke Perumda menunjukkan tingginya pengiriman barang dari luar Pulau Kalimantan ke Banjarmasin. “Artinya daya beli masyarakat sebenarnya bagus. Tapi warga memilih belanjanya lewat online, bukan ke pasar,” kata Abdan.

Ia menambahkan perumda sedang menyusun sejumlah inovasi agar pasar-pasar di Banjarmasin tidak terus tertinggal. Mulai dari pembenahan fasilitas, peningkatan aktivitas pasar, hingga penguatan promosi digital.

“Kami memahami keresahan pedagang. Inovasi harus dilakukan. Kami terbuka dengan masukan dewan dan terus mengevaluasi kondisi di lapangan,” tegasnya.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Pasar