Sebab tangan kirinya kerap digunakan untuk mengelus malaikat kecilnya, Tasya yang berusia dua setengah tahun.
Hari-hari Agus lalui menjadi driver ojek online (ojol) bersama sang buah hati bukan karena ingin cari iba, melainkan keadaan yang memaksa.
Baca Juga: Kriminalisasi Guru Makin Marak, Ancam Masa Depan Pendidikan
Ngojol Sejak Tasya Berusia Dua Bulan
Kepada Radar Banjarmasin, Agus mengatakan sudah menjadi driver ojol jauh sebelum Tasya lahir. Ini dilakukan sebab ia sadar sulitnya mencari pekerjaan di usia yang tidak lagi muda.
Sejak berumur baru dua bulan, Tasya sudah dibawa Agus ngojol. Tak jarang ia harus menyembunyikan Tasya kecil di depan badannya, sambil sesekali mengecek jaket untuk memastikan Tasya menghirup udara dengan baik.
Baca Juga: Wisata Hemat Kotabaru, 4 Spot Ikonik Cuma Sehari
"Saya tidak ingin orang tahu sehingga jadi kasihan, kadang tidak enak juga kepada penumpang, karena tidak biasa ada ojol bawa bayi," ujar Agus, Minggu (7/12).
Semakin Tasya besar, Agus tak selamanya bisa menyembunyikan. Hingga tertangkap kamera, itulah yang bikin belakangan viral di media sosial, membuatnya banjir perhatian dari warganet, hingga Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.
Membesarkan Tasya Seorang Diri
Baca Juga: Bupati Samsul Rizal Lepas Peserta Menyala Run HST 2025
Semenjak Tasya lahir, Agus hanya tinggal dan membesarkan Tasya seorang diri. Setiap hari ia lalui dengan kekhawatiran apakah buah hatinya bisa minum susu, atau hanya sekadar air putih.
"Kadang dicukup-cukupin saja, bahkan sering kurang, makanya ada bantuan seperti ini," ucapnya.
"Saya tak memikirkan bisa makan atau tidak, setidaknya kalau Tasya bisa minum susu aku sudah tenang, tapi bila sudah tidak ada uang, kadang pusing dia nangis, kalau lihat dia minum air putih saja agak sedih," tambahnya.
Baca Juga: Admin Toko di Banjarbaru Diduga Tilap Uang Penjualan Puluhan Juta
Sering Dibatalkan Penumpang
Selama ngojol, Agus tak jarang dibatalkan oleh calon penumpang. Ia memaklumi keperluan orang. Sebab dirinya sadar, persiapan membawa Tasya yang semakin besar perlu memakan waktu lebih lama.
"Memang ribet, terkadang kalau menghidupkan aplikasi di rumah orderan masuk, harus memakaikan Tasya jaket, kaos kaki, masukin ke gendongan pakai jilbab jadi bisa aja dibatal sama orang karena saya sadar saya bersiap agak lama," jelasnya.
Baca Juga: Kritik Rudy Resnawan: Jauh dari Masyarakat, tapi Dekat Hutan Lindung
Ia hanya ingin anaknya agar tidak sakit ketika ikut menemaninya mencari rezeki. Di satu sisi, dirinya harus bertaruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tak jarang ketika narik ia merasa uzur dan tubuhnya cepat lelah, meski begitu ia mensyukuri masih dianugerahi kesehatan hingga umurnya hampir lima dekade.
"Tidak ada (sakit-sakitan), cuman cepat capek aja faktor umur. Kadang harus bersinggah sama Tasya sambil menghilangkan sakit kepala," sebutnya.
Baca Juga: Pengawasan Dishub Banjarmasin Makin Ketat, Parkir Kendaraan di Bahu Jalan Siap-Siap Diderek
Sering Bohong pada Penumpang
Bukan hanya di media sosial, tak jarang penumpang juga iba, namun ia kerap berkelit ketika ditanyai kondisi yang sebenarnya.
"Orang tidak tahu kalau saya pisah, kadang saya bohong misal ibunya lagi ke pasar atau kemana, untuk menghindari bercerita," ungkap Agus.
Baca Juga: Angkat Cerita Rakyat Kalsel ke Opera Banjar, Ini Kata Rabiah Soal Sulitnya Perankan Putri Rakyah
Dua tahun lebih ikut sang ayah ngojol, Tasya lama-lama jadi terbiasa, bahkan kerap kali menolak jika dipasangi jaket ataupun kaos kaki. Namun ia sadar harus ada solusi, aktivitas ojol bukan kebiasaan yang baik bagi anak sekecil Tasya.
Tasya Tenang Saat Motor Berjalan
"Semenjak motor itu jalan dia tidak rewel, dia tenang, tapi bila berhenti atau nunggu orderan dia resah, maksudnya motor ini jalan aja, kalau keliling cari orderan dia pasti diam," kata Agus.
Baca Juga: Ratusan Pelari Meriahkan Menyala Run HST 2025, Berikut Daftar Juaranya
Sebelum viral, Agus mengaku kerap diminta tetangga untuk menitipkan Tasya bila bekerja. Namun ia tak sampai hati terus-terusan merasa bikin repot, apalagi sekadar nitip tanpa mampu beri selipan uang untuk Tasya.
Dapat Bantuan Sekolahkan Tasya
Beruntungnya, Agus kini terbantu berkat dorongan menitipkan Tasya ke PAUD terdekat, meskipun juga ada dorongan dari Wawali Ananda untuk masuk di PAUD di Jalan Belitung.
Baca Juga: Polairud Polres HSU Amankan Pelaku Ilegal Fishing dengan Metode Setrum Ikan
"Pertimbangannya karena lebih dekat dari rumah, tapi nunggu ketemu dan ngomong sama kepala PAUD-nya, kalau ada pilihan seperti itu kata Bu Ananda bagus dan tinggal terserah saya saja lagi memutuskannya," ucapnya.
Selain itu, Agus khawatir perkembangan interaksi anaknya terhambat gegara tak punya ruang berinteraksi dengan anak-anak sebayanya, akibat terus-terusan ikut ngojol.
Di usia yang sudah menua, ia hanya berharap masih bisa memberikan sang buah hati masa depan yang layak di tengah keterbatasan ekonomi.
Baca Juga: Warga Simpang Empat Minta Perbaikan Infrastruktur, Ketua DPRD Tanah Bumbu Janji Teruskan ke Pemda
Kembali Bersemangat Ubah Hidup
Berkat dorongan pemerintah hingga para donatur yang bahkan tak ia ketahui namanya, ia merasa kembali bersemangat untuk mengubah hidup.
"Kemarin ketemu Bu Ananda, katanya jangan mikir kejauhan belum tentu habis umur cepat. Fokus masukin Tasya PAUD dulu, baru mikirin buka usaha atau sebagainya. Karena saya tinggal cuman berdua," tutupnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno