Sebanyak 17 sub sektor ekonomi kreatif terlibat dalam BCF yang didukung penuh oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pariwisata Kalsel.
Direktur BCF Aswin Nugroho terkesan terhadap antusiasme masyarakat mengunjungi event BCF yang menjadi ajang titik kumpul puluhan komunitas ekonomi kreatif se-Kalsel.
Baca Juga: Seleksi Bakal Calon Kepala Desa Jorong Antarwaktu Digelar dengan Metode CAT
Sepanjang festival, puluhan komunitas kreatif saling mengisi, menampilkan karya, dan menampilkan individu terbaik dalam ekspedisi kreatif.
"Hari raya ekonomi kreatif Banua. Tema titik kumpul tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan ekosistem adalah berkumpulnya pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, seniman, akademisi, dan masyarakat," ujarnya.
Aswin mengaku terkesan dengan gebrakan promosi yang dinilai terorganisasi rapi melalui sistem aplikasi. Festival yang gratis ini menggunakan sistem e-Tiket nol rupiah untuk mengatur jumlah pengunjung.
Baca Juga: Rumah Kaur Desa di HSU Ikut Terbakar, Kerugian Fantastis
"Sebenarnya acara ini gratis, tapi kami pengin bagaimana bisa tahan luapan pengunjung yang datang. Akhirnya pakai e-Tiket tapi nol rupiah," ucapnya.
Strategi melalui aplikasi ini dinilai menarik sebab mampu menyedot respons antusias masyarakat yang ingin datang ke event, selain juga mudah diakses.
Sehingga, BCF yang digelar selama tiga hari ini diperkirakan dikunjungi 7 ribu lebih orang dari berbagai wilayah di Kalsel.
Baca Juga: Api Lalap Dua Rumah di Murung Padang, Akses Pemadaman Terhambat Jalan Sempit
"Ini marketing dengan gebrakan yang luar biasa. Kita bikin acara gratis tapi tetap dapat menentukan kuotanya," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Iwan Fitriyadi mengklaim 17 sub sektor ekonomi kreatif di Kalsel sudah bertumbuh baik. Ia menyebut kuliner, kriya, dan fashion menjadi tiga sub sektor yang paling menonjol.
"Yang luar biasa kuliner, kriya, dan fashion. Selain ketiga itu, kita ingin memberikan ruang yang cukup untuk sub sektor lain. Jadi di sinilah kesempatan untuk para pelaku ekonomi kreatif khusus 17 sub sektor itu," tuturnya.
Baca Juga: Pansus 9 DPRD Tala Matangkan Raperda TJSL! Atur Regulasi Dana CSR Lebih Mengikat Perusahaan
Iwan menambahkan, ekonomi kreatif Kalsel masih terus bertumbuh melalui berbagai sub sektor seperti film, animasi, video, seni pertunjukan, dan aplikasi.
Sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pelaku kreatif.
BCF hari pertama ditutup dengan seni pertunjukan Opera Banjar, di mana para pegiat seni mengkolaborasikan lima seni sekaligus dalam satu pertunjukan yang memukau pengunjung.
Baca Juga: Delegasi GIZ Kawal Mitigasi Banjir Banjar, 151 Desa Masuk Zona Risiko
Festival yang digelar di Gedung Sultan Suriansyah ini berlangsung hingga Minggu (7/12/2025) dan menampilkan berbagai pameran, workshop, talkshow, hingga pertunjukan seni dari puluhan komunitas kreatif Kalimantan Selatan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno