Peringatan ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Husni Thamrin.
Ia menyebut intensitas hujan akhir tahun memang selalu meningkat. Namun, tahun ini risikonya membesar karena puncak pasang laut diprediksi lebih tinggi dari biasanya.
"Artinya, dua sumber ancaman hadir berbarengan. Hujan intensitas tinggi dan air pasang yang juga tinggi," ujarnya, Kamis (4/12).
Situasi ini membuat trauma banjir besar pada Januari 2021 kembali terbayang. Kala itu, tiga faktor bertemu: hujan deras, pasang laut, dan kiriman air dari hulu.
"Banjarmasin berada di hilir DAS (Daeran Aliran Sungai) Martapura. Kita harus waspada agar itu tidak terulang," tegas Thamrin.
ANTISIPASI BENCANA DI BANJARMASIN
Sebagai langkah antisipasi, BPBD sudah enggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, BMKG, dan relawan. "Masyarakat juga harus ikut waspada. Antisipasi tak bisa hanya dari pemerintah," tukasnya.
Rapat koordinasi itu dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, pada Selasa (2/12).
Ia mengingatkan Banjarmasin merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung, dan rob.
Ananda menekankan pentingnya kerja terpadu antarinstansi. "Mulai strategi, kesiapan personel, hingga peralatan harus betul-betul solid. Respons cepat menjadi kunci agar dampak bencana bisa diminimalkan," tegas Ananda.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief