Data prediksi curah hujan yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan menunjukkan ketiga daerah tersebut berpotensi menerima hujan lebih tinggi dibanding sembilan daerah lain di Kalsel.
Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Apoh Damanik, menyampaikan periode akhir tahun perlu dihadapi dengan kewaspadaan tinggi.
Baca Juga: Shelter Air Kampung Ketupat Jadi Sarang Kenakalan Remaja Banjarmasin
Berdasarkan analisis klimatologis yang diterima pada Kamis (4/12/2025) siang, curah hujan di Kalimantan Selatan diprediksi berada pada kisaran 200 hingga 500 milimeter, dalam kriteria menengah hingga tinggi.
Dari hasil analisis klimatologis, wilayah dengan potensi hujan tertinggi pada kisaran 400–500 milimeter per bulan meliputi Kecamatan Aranio dan Karang Intan di Kabupaten Banjar.
Di Kabupaten Tanah Laut, wilayah yang masuk kategori ini adalah Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Bati-Bati, Bumi Makmur, Kurau, dan Tambang Ulang.
Baca Juga: Dua Truk Adu Kuat di Jalan Bypass Kandangan saat Hujan, Satu Sopir Terjepit di Kabin
"Kawasan Cempaka, Landasan Ulin, dan Liang Anggang di Kota Banjarbaru juga termasuk wilayah dengan curah hujan tinggi," ujar Klaus.
Ketiga wilayah tersebut dinilai berpotensi menghadapi hujan intens dan berkepanjangan, sehingga memerlukan kewaspadaan lebih.
Terutama di kawasan lereng, bantaran sungai, dan permukiman padat yang rawan banjir dan tanah longsor.
Baca Juga: Arutmin Indonesia Dukung Operasi Tanggap Darurat Bencana Tapanuli Selatan
Adapun kategori curah hujan 300–400 milimeter mendominasi sebagian besar wilayah provinsi. Wilayah ini termasuk Kabupaten Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, dan seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
Sementara itu, daerah yang berada pada kisaran hujan lebih rendah, yakni 150–200 milimeter dalam satu bulan, adalah sebagian kecil Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru di Pulau Laut, dan sebagian kecil wilayah Tanah Laut seperti Kintap dan sekitarnya.
BMKG mencatat bahwa sifat hujan pada Desember diprediksi berada pada kategori normal (85–115%) hampir di seluruh Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Komisi III DPRD Banjarmasin Tolak Tambahan Anggaran Rp15 M Jembatan Cemara
Artinya, hujan diperkirakan berlangsung sesuai pola klimatologis tanpa indikasi anomali signifikan.
Meski demikian, potensi bencana hidrometeorologi perlu tetap diantisipasi. Terutama bagi daerah yang secara historis rentan mengalami kejadian banjir dan longsor.
Klaus mendorong koordinasi lintas sektor, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk memperkuat mitigasi dalam menghadapi musim hujan di akhir tahun 2025.
Baca Juga: PKK Kotabaru Panggil Kader Perang Lawan 'JUPITER'
"Langkah antisipatif dini akan sangat membantu meminimalkan risiko kejadian bencana hidrometeorologi di saat puncak musim hujan ini," tegas Klaus.
Klaus juga mengingatkan agar seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca ekstrem. Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan.
"Kami berharap masyarakat lebih waspada menghadapi dinamika cuaca ekstrem dan tetap mengikuti informasi resmi BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan," tutup Klaus.
Baca Juga: RSUD Tanjung Kekurangan 100 Bed, Pasien Terpaksa Dirawat di Selasar
Dengan prediksi curah hujan tinggi ini, masyarakat di Banjar, Tanah Laut, dan Banjarbaru diharapkan lebih waspada. Terutama bagi mereka yang tinggal di area rawan bencana seperti lereng bukit, bantaran sungai, dan kawasan dengan drainase buruk.
Persiapan dini, termasuk membersihkan saluran air dan menyiapkan jalur evakuasi, menjadi langkah penting menghadapi intensitas hujan tinggi pada Desember 2025. (*)
Editor : M. Ramli Arisno