Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Aksi Cepat Galang Dana untuk Korban Bencana di Pulau Sumatera, Mahasiswa Tak Melulu Harus Dikenal Lewat Aksi Demo

Zulvan Rahmatan • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:35 WIB
Aksi kemanusiaan melalui penggalangan dana dilakukan mahasiswa Uniska di Banjarmasin. Hasil dari donasi tersebut nantinya akan disalurkan untuk korban bencana di Pulau Sumatera. (Ormawa Uniska untuk R
Aksi kemanusiaan melalui penggalangan dana dilakukan mahasiswa Uniska di Banjarmasin. Hasil dari donasi tersebut nantinya akan disalurkan untuk korban bencana di Pulau Sumatera. (Ormawa Uniska untuk R

BANJARMASIN - Aksi kemanusiaan terhadap korban banjir di Pulau Sumatera belakangan ramai dilakukan.

Kali ini datang dari mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB).

Mereka mulai turun ke jalan menggalang dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Mewakili sejumlah Ormawa, Ketua BEM Uniska, Muhammad Anzari menyatakan keprihatinan terhadap dampak besar yang mengguncang tiga provinsi di Pulau Sumatera itu.

Dampak besar serta bencana yang masih belum surut itu menurutnya tak boleh diabaikan. Sebab insiden besar itu bukan hanya merenggut harta benda dan fasilitas, tapi banyak korban jiwa dan korban hilang yang belum ditemukan.

Ditambah lagi, korban terdampak dalam jumlah yang sangat besar masih sangat bergantung kepada saluran bantuan logistik dan masih bertahan hidup dalam kekhawatiran.

“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami untuk saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak bencana. Bahkan akses jalan terputus dan beberapa kampung hilang. Ini perlu menjadi perhatian serius,” ujarnya. Kamis (4/12/2025).

Anzari mengungkapkan, hasil penggalangan dana melalui aksi kolaboratif Ormawa Uniska hari pertama kemarin telah mengumpulkan sebanyak Rp.21.669.200.

Dana tersebut berasal dari donatur masyarakat, civitas akademika Uniska dan kontribusi donatur yang mengulurkan tangan melalui aplikasi digital.

Sehingga dari jumlah tersebut, Anzari menilai ini mencerminkan tingginya rasa empati dan kepedulian mahasiswa serta masyarakat dalam mendukung pemulihan korban bencana di Sumatera.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa tak harus dikenal lewat aksi demonstrasi, tapi hadir dalam aksi sosial untuk menjawab isu-isu kemanusiaan melalui uluran tangan.

“Ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya poin ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Didi Susanto memberikan apresiasi gerak cepat mahasiswa dalam merespon bencana.

“Kampus sangat mendukung kegiatan sosial mahasiswa. Mahasiswa harus peka terhadap situasi sosial, terlebih program kampus berdampak sedang terus digalakkan oleh dunia pendidikan tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, Anzari mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status bencana darurat nasional. Bukan tanpa alasan, dirinya memandang kerusakan yang diakibatkan dari bencana ini sudah termasuk skala besar.

“Skala kerusakannya besar dan memengaruhi roda perekonomian masyarakat. Kami berharap pemerintah memberi perhatian khusus pada bencana ini,” harapnya.

Aksi penggalangan dana ini berlangsung selama tiga hari, dari Rabu (3/12/2025) kemarin dan digelar di sejumlah titik persimpangan jalan yang ada di Banjarmasin.

Cara ini dilakukan untuk memaksimalkan jangkauan donasi semakin luas dengan partisipasi sebanyak 18 Ormawa yang turut membantu penggalangan dana.

Editor : Arif Subekti
#korban banjir #Sumatra #mahasiswa #aksi