BANJARMASIN - Nenek Saidah, lansia sebatang kara yang tinggal di Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara hanya bisa bertahan hidup berkat bantuan para dermawan dan warga sekitar.
Kisahnya yang dinilai prihatin mengundang iba dari warganet, bahkan sempat viral pada awal Septemer lalu.
Saat itu, Nenek Saidah yang merupakan sebatang kara sejak empat tahun lalu ini bahkan sempat dikunjungi langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin, Ananda.
Dalam dokumentasi kunjungannya, jebolan ajang Putri Indonesia 2006 ini sempat menawarkan Nenek Saidah untuk tinggal panti lansia.
Namun tawaran itu ditolak lansia 64 tahun itu, sehingga wakil walikota akhirnya mengimbau dinas sosial setempat agar kiranya dikirimkan paket makanan.
Namun hal itu tak bertahan lama, setelah tiga kali diterima, pada hari-hari selanjutnya Nenek Saidah tak lagi menerima paket makanan yang biasa diterimanya dalam keadaan siap santap.
Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin, Nuryadi mengatakan bahwa Nenek Sidah memang merupakan penerima bantuan, bahkan jauh sebelum kisahnya viral.
Eks Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin ini menambahkan, Nenek Saidah masuk Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bahkan sejak Januari 2024.
“Dinsos bersama pendamping PKH melakukan pemantauan berkala, termasuk isu Nenek Sidah yang viral kemarin adalah hasil tindak lanjut,” ujarnya. Selasa (3/12/2025).
Hanya saja, bantuan sosial yang sudah diterima selama satu tahun lebih itu harus tersendat pada April hingga Desember 2025 kini.
“Periode April 2025 terjadi perubahan mekanisme penyaluran dari pemerintah pusat sehingga pada periode tersebut belum menerima bantuan,” jelas Nuryadi.
Kadis juga menepis anggapan bansos tidak tepat sasaran, melainkan terkendala perubahan mekanisme penyaluran nasional dari PT Pos ke transfer langsung ke rekening BRI.
“Buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera masih dalam proses penerbitan oleh pihak BRI. informasi terbaru dari pendamping bahwa pada Kamis, 4 Desember 2025 besok, Nenek Saidah dijadwalkan menerima buku tabungan dan KKS dari BRI,” terang Nuryadi.
Ia menegaskan, bukan hanya Nenek Saidah yang terdampak, tapi kondisi serupa juga dialami oleh sejumlah KPM lainnya di periode yang sama.
“Besok itu penyerahan buku tabungan dan KKS oleh pihak BRI. Untuk penyaluran apakah langsung masuk bantuan atau tidak bisa ditanyakan ke BRI-nya,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti