Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

3 Bulan Usai Viral, Nenek Saidah Kembali Hidup Sebatang Kara

Zulvan Rahmatan • Senin, 1 Desember 2025 | 16:34 WIB

SEBATANG KARA: Nenek Saidah, lansia yang menetap sendiri di rumahnya di Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
SEBATANG KARA: Nenek Saidah, lansia yang menetap sendiri di rumahnya di Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
BANJARMASIN – Tiga bulan pasca viral dan dikunjungi Wakil Wali Kota Banjarmasin, Nenek Saidah (64) kembali hidup sebatang kara tanpa bantuan rutin. Lansia pengidap stroke ini masih berjuang sendiri memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Siang itu, Senin (1/12), Nenek Saidah tampak baru datang ke rumahnya di Jalan Sungai Miai Dalam, Kecamatan Banjarmasin Utara, dari pasar terdekat. Tanpa alas kaki, ia berjalan perlahan menerobos semak.

Di dalam bakul, sejumlah barang belanjaan—yang terkadang bukan dibeli, melainkan hasil uluran tangan pedagang secara cuma-cuma.

Baca Juga: BPBD Tanah Bumbu Aktifkan EWS Antisipasi Banjir di 3 DAS

Selama bertahun-tahun, lansia ini hanya tinggal sendiri di rumah yang sangat sederhana. Ia mengidap stroke di satu kaki dan satu tangan.

Kisah Nenek Saidah sempat viral di media sosial awal September lalu. Informasi tersebut bahkan sampai ke telinga Wali Kota Banjarmasin Yamin HR.

Tak lama kemudian, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda langsung mengunjungi dan memastikan kondisinya.

Baca Juga: Balangan Raih 76 Medali di Peparprov Kalsel 2025, Finis Peringkat 9

Dokumentasi kunjungan tersebut diunggah di akun Instagram resmi Ananda. Disebutkan, Nenek Saidah sudah diberikan bantuan dari Dinas Sosial setempat.

"Kalau bisa paket buat beliau (Nenek Saidah) makan. Sama untuk Ketua RT tolong sesekali dijenguki saja," ujar Ananda dalam unggahan video pada 13 September lalu.

Namun tiga bulan berselang, kondisi Nenek Saidah tak banyak berubah. Ia masih bertahan hidup berkat bantuan dermawan dan warga sekitar.

Baca Juga: Yuni Sulaiman Kembali Pimpin Golkar Banjarmasin, Terpilih Aklamasi di Musda

Meski sempat menerima paket makanan siap santap tiga kali dari pemerintah, bantuan tersebut tak berlanjut.

Kepada Radar Banjarmasin, Nenek Saidah membenarkan sudah cukup lama tinggal sendiri di rumah.

Ia sempat menolak tawaran Wakil Wali Kota untuk dipindahkan ke panti jompo karena alasan rindu jika tak berada di rumah dalam waktu lama.

Baca Juga: Curah Hujan Naik di Balangan, BPBD Petakan Daerah Rawan Banjir

"Sudah lama (ditinggal anak), sekitar empat tahun. Biasanya hari raya ke sini, tapi sekarang tidak pernah lagi," ucapnya.

Rumah sederhana itu menjadi kenangan tersisa ketika masih tinggal bersama anak-anaknya dulu.

"Sebenarnya rindu, namanya juga anak. Pengen sekali berkumpul sama anak, tapi dia tidak mau lagi ke sini," tuturnya.

Baca Juga: Dinkes Kalsel Siapkan Layanan Kesehatan untuk Jamaah 5 Rajab Sekumpul

Nenek Saidah mengungkapkan sempat beberapa kali terlibat cekcok dengan sang anak semasa tinggal bersama.

Meski begitu, ia masih menyimpan keinginan bertemu dan menghabiskan hari tuanya kembali ke kampung kelahirannya di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

"Aku tidak bisa pulang kampung karena jauh sekali, duitnya tidak ada. Pengen dibantu untuk ketemu sama anak dan pulang ke kampung," katanya.

Baca Juga: PUPR Banjarbaru Resmi Laporkan 91 Bollard Hilang ke Polisi

Dikonfirmasi soal kondisi terkini Nenek Saidah, Wakil Wali Kota Banjarmasin hanya memberikan jawaban singkat saat menghadiri kegiatan di salah satu hotel di Banjarmasin.

"Yang udah lama itu kan? Oh ya nanti aku cek lagi, aku ada acara," singkatnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#Nenek Saidah Banjarmasin #Viral media sosial #wakil wali kota #bantuan sosial Banjarmasin #lansia viral terlupakan