Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Siring Jembatan CUSA Ambruk, DPRD Banjarmasin Minta Audit Teknis

Endang Syarifuddin • Senin, 1 Desember 2025 | 15:42 WIB

SIDAK: Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin inspeksi mendadak (Sidak) proyek Jembatan Cemara Raya -sungai Andai.
SIDAK: Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin inspeksi mendadak (Sidak) proyek Jembatan Cemara Raya -sungai Andai.
BANJARMASIN – Proyek Jembatan Cemara Raya–Sungai Andai (CUSA) kembali menuai sorotan. Siring jembatan di sisi Sungai Andai runtuh sebelum sempat dioperasikan.

Kondisi itu membuat Komisi III DPRD Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (1/12).

Ketua Komisi III, Muhammad Ridho Akbar, mengaku terkejut melihat kerusakan tersebut.

Baca Juga: Pimpin FGD, Bupati HST Paparkan Tiga Langkah Pengendalian Inflasi Daerah

Padahal tahap ketiga proyek senilai Rp20,3 miliar itu seharusnya mendekati rampung sebelum masa kontrak berakhir pada 22 Desember 2025.

“Seharusnya sudah seratus persen dan siap difungsikan. Tapi kenyataannya, beberapa bagian justru rusak duluan. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Bagian yang rusak ialah siring jembatan di kawasan Sungai Andai yang ambruk dan tak mampu menahan tekanan air.

Baca Juga: Di Hadapan Para Guru, Bupati HSU Targetkan Perbaikan Sekolah dan 1.100 Bedah Rumah

“Ini harus dijelaskan. Mengapa bisa rusak sebelum digunakan?” tegas politikus Partai Golkar itu.

Dinas PUPR menyebut kerusakan dipicu faktor alam. Arus sungai disebut terlalu deras sehingga beton penahan tak kuat menahan hantaman ombak. Namun Komisi III menilai penjelasan tersebut belum cukup.

“Kita bicara proyek besar. Tahap pertama Rp12 miliar, kedua Rp14 miliar, ketiga Rp20,3 miliar. Total hampir Rp46 miliar, dan tahun 2026 ditambah lagi Rp14 miliar,” ungkap Ridho.

Baca Juga: Wakil Rakyat Sat Set, Rahmad PAN Hadiri Peringatan Hari Guru ke-80 Sekaligus Donor Darah di Pamukan Barat

Dengan anggaran sebesar itu, DPRD mempertanyakan pilihan desain. Jembatan yang dibangun hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua.

“Ini harus dievaluasi. CUSA sangat ditunggu warga karena diyakini bisa memecah kepadatan Cemara Raya dan Sungai Andai,” tambahnya.

Komisi III meminta PUPR membawa laporan lengkap tim ahli Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam rapat lanjutan, termasuk rencana perbaikan siring yang roboh.

Baca Juga: HUT KORPRI di HSU: ASN Wajib Jaga Integritas dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Kartika Eulistarina, mengatakan pihaknya telah turun bersama tim ahli ULM.

“Dari hasil penyelidikan, siring rusak dihantam arus dan ombak sungai. Tekanannya kuat sekali,” ujarnya.

Tim ahli merekomendasikan desain baru, yakni kawasan harus disiring ulang dan dilengkapi pemecah gelombang. Perbaikan dan penguatan struktur diperkirakan menelan biaya Rp14–15 miliar.

Baca Juga: 1.501 Terekam ETLE! Pelanggaran Lalu Lintas di Banjarmasin Melambung Selama Operasi Zebra

“Kami sudah menerima rekomendasi teknisnya dan akan menyesuaikannya pada pekerjaan berikutnya,” pungkas Kartika. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#proyek infrastruktur #DPRD Banjarmasin #jembatan CUSA #siring ambruk #evaluasi PUPR