Meski lokasi yang diwacanakan berada di kawasan Banjarbaru menuju Bandara Syamsuddin Noor dan sekitar Terminal KM 17 Gambut Barakat, hingga kini belum ada arahan resmi dari provinsi.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru Rahmat Taufik menegaskan bahwa pihaknya belum menerima permintaan mengenai dukungan daerah, baik terkait lahan maupun kajian penganggaran.
"Sampai saat ini belum ada permintaan dari pemerintah provinsi terkait apa yang harus kami lakukan atau dukung untuk pembangunan stadion. Penelitian penganggaran juga belum ada," ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Taufik menyebutkan, tidak ada komunikasi ataupun rapat koordinasi yang mengarah pada pembahasan detail rencana proyek tersebut.
"Pertemuan saja belum ada. Informasinya masih di tingkat provinsi. Belum ada komunikasi ataupun rapat terkait itu dengan kita, di Kota Banjarbaru," katanya.
Baca Juga: Kelangkaan BBM Bikin Harga Naik, HSU Bentuk Satgas dan Minta Pertamina Tambah Kuota
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa proses pembahasan tengah berjalan di lingkup internal Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, Pemprov Kalsel memastikan pekerjaan pembangunan stadion bertaraf internasional setelah disetujui masuk dalam pembangunan Kalsel di tahun jamak, dimulai tahun 2026 mendatang.
Stadion ini ditargetkan selesai dan dapat digunakan pada tahun 2029 mendatang, sesuai janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.
Baca Juga: Bupati Kukuhkan Bunda PAUD Balangan
Masuknya proyek pembangunan stadion ini disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Selasa (25/11/2025).
Meski masuk dalam program pembangunan tahun jamak, letak stadion tersebut masih dirahasiakan Gubernur Kalsel Muhidin.
Dia hanya mengatakan ada dua lokasi yang sudah disiapkan, yakni di Banjarbaru arah ke Bandara Syamsuddin Noor dan di sekitar Terminal KM 17 Gambut Barakat.
Baca Juga: Wabup Balangan Minta PWI Tetap Solid dan Profesional
Begitu juga dengan anggaran yang disiapkan mulai tahun depan. Muhidin tak mengungkap detailnya.
"Belum tahu kepastiannya. Yang pasti dianggarkan," imbuhnya.
Menurutnya, meski belum memastikan total anggaran, alokasi dana untuk pembebasan lahan akan dimasukkan dalam APBD 2026. (*)
Editor : M. Ramli Arisno