Kandang primata banyak yang kosong, kolam ikan kering, hingga kandang burung yang sunyi karena isinya tak seberapa. Belum lagi jalur pejalan kaki yang dipenuhi rumput liar, akar pohon yang menjulur, serta paving blok yang pecah dan berlumut.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin menyatakan bahwa kebun binatang itu harus dirombak total.
“Dari muka sampai belakang harus diubah konsepnya. Tidak semata kebun binatang, tapi ada hiburan anak juga,” ucap Yamin usai rapat di DPRD Kota Banjarmasin, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, perbaikan kecil tak lagi memadai karena kerusakan sudah terlalu menyebar. Konsep baru nanti pohon-pohon tua yang akarnya mengangkat jalan paving akan dipangkas dan ditata ulang.
Di area ujung kebun, rencananya akan dibangun kolam renang anak, lengkap dengan gazebo untuk orang tua yang menunggu.
“Tempat ini harus nyaman didatangi keluarga,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini.
Selain itu, panggung hiburan yang pondasinya retak juga bakal diperbaiki. Bahkan, area tersebut akan disiapkan untuk stan UMKM agar kawasan lebih hidup.
“Dengan konsep begitu, pengunjung tidak hanya melihat hewan, tapi ada permainan dan hiburan,” tambahnya.
Rencana besar ini mulai dituangkan dalam konsep desain pada 2026, dan ditargetkan masuk tahap pembangunan pada 2027.
Yamin mengakui ingin pekerjaan dimulai lebih cepat karena kondisi saat ini sangat memprihatinkan. “Sepi sekali tingkat kunjungannya,” ujarnya.
Jika transformasi itu terealisasi, harga tiket masuk pun tak lagi Rp5 ribu seperti sekarang. “Bisa 15 ribu ke atas, karena orang bisa sekaligus bermain air di kolam renang,” katanya.
Dengan rencana rombakan total ini, pemerintah berharap Kebun Binatang Jahri Saleh tak lagi menjadi kebun binatang yang hidup segan mati tak mau, tetapi kembali menjadi tujuan wisata keluarga yang layak dibanggakan Kota Banjarmasin. "Semoga bisa menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat," harapnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra menyambut baik rencana besar Pemko untuk merombak Kebun Binatang Jahri Saleh. Namun, ia menegaskan ada hal yang tak boleh diabaikan dalam proses tersebut.
“Saya memberi catatan penting: fasilitas ini hendaknya dikembangkan bukan sebagai hiburan komersial semata, melainkan ruang publik sederhana yang tetap bernilai edukasi dan berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Anggota Fraksi PKS ini berharap konsep baru kebun binatang tidak menggeser fungsi dasarnya sebagai sarana pembelajaran bagi anak dan keluarga.
“Silakan ditata, ditambah fasilitasnya, tapi jangan sampai ruh edukasinya hilang. Kita ingin tempat ini hidup, namun tetap ramah dan terjangkau untuk warga,” tegasnya.
Editor : Sutrisno