Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti para pencari kerja, pelaku UMKM, serta 10 peserta dari kalangan disabilitas.
Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru Emi Lasari mengatakan, pelatihan ini bertujuan membekali keterampilan bagi pencari kerja dan pelaku UMKM yang tengah berkembang.
Baca Juga: Korban Gigitan Monyet Liar Bertambah Jadi 5 Orang, Warga Beruntung Baru dan Aluh Aluh Resah
"Pelatihan ini dalam rangka pembekalan skill dan kemampuan bagi para pencari kerja, termasuk UMKM kita yang baru berkembang," ujarnya.
Emi menegaskan, pelibatan peserta disabilitas menjadi perhatian khusus mengingat Banjarbaru memiliki Peraturan Daerah Disabilitas yang mengamanatkan kesetaraan akses.
"Salah satu hambatan kawan-kawan disabilitas adalah saat melamar pekerjaan. Karena itu, kami memberikan skill agar mereka bisa menjadi UMKM baru," jelasnya.
Baca Juga: HSU Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2027 dan Porprov Kalsel 2029
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 9.500 UMKM di Banjarbaru. Banyak di antaranya pernah menyampaikan kendala terkait keterampilan SDM dan pengembangan produk.
Melalui pelatihan seperti ini, pemerintah berharap pelaku UMKM dapat berinovasi, termasuk memodifikasi varian usaha dari makanan hingga minuman.
Selain keterampilan, UMKM juga kerap menghadapi persoalan pendanaan, peralatan, dan permodalan. Emi menuturkan, pihaknya bersama Dinas Koperasi UMKM terus menyiapkan program untuk mendorong UMKM naik kelas.
Baca Juga: Dua Atlet NPC Asal Amuntai Babat Habis Medali Emas Panahan di Peparprov Kalsel
"Banjarbaru tidak punya sumber daya alam. Maka peningkatan sumber daya manusia sangat penting," tegasnya.
Menurutnya, antusiasme peserta disabilitas sangat tinggi. Pelibatan mereka juga menjadi bagian dari komitmen Banjarbaru sebagai kota inklusif.
"Tinggal ruang untuk mereka mengakses kegiatan itu yang harus terus kita buka agar program pemerintah dapat menyentuh semua lapisan," tutupnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno