Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Sirajoni, menyayangkan raibnya fasilitas umum tersebut yang diduga kuat akibat aksi pencurian oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Sirajoni mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru untuk segera mencari solusi agar bollard yang terpasang tidak lagi mudah dilepas maupun dicuri.
“Saya sudah sampaikan dengan Kadis PU, bagaimana agar bollard ini tetap dipertahankan tetapi tidak mudah dicuri. Mungkin bisa diisi beton atau menggunakan metode lain yang lebih mengamankan, supaya kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Selasa (25/11).
Ia juga mengimbau masyarakat ikut berperan menjaga fasilitas umum serta aktif melaporkan jika menemukan adanya dugaan pencurian aset negara tersebut.
“Kita berharap semua elemen dan stakeholder Kota Banjarbaru ikut menjaga aset-aset ini. Kalau melihat ada upaya pencurian, bisa ditegur atau segera dilaporkan ke pihak berwajib,” tambahnya.
Sebelumnya, pantauan di lapangan menunjukkan hilangnya bollard terjadi di berbagai titik di Jalan Panglima Batur, Kecamatan Banjarbaru Utara.
Di depan BSPJI, tercatat enam bollard hilang dan satu lainnya tersisa setengah. Sementara di depan Balai Kota Banjarbaru, terdapat tiga bollard yang hilang atau buntung.
Kondisi serupa juga terjadi di depan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Perkebunan dengan tujuh bollard hilang, lima batang di depan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Disdag Kalsel, serta lima batang di depan Kantor BPSDM Kalsel, dengan satu di antaranya tersisa sebagian.
Selain itu, satu bollard hilang di depan SMPN 2 Banjarbaru, dua batang di depan Kantor Badan Pertanahan Kota Banjarbaru, satu di depan Kantor Pos, serta lima bollard di sisi kanan jalan dan sejumlah titik lainnya masih di kawasan Jalan Panglima Batur.
Hilangnya puluhan pembatas trotoar tersebut turut dikonfirmasi oleh Dinas PUPR Banjarbaru. Kepala Bidang Bina Marga, M Adi Maulana, menyebut pihaknya telah melakukan pendataan sejak beberapa tahun terakhir.
“Sejak 2022 hingga sekarang, total 91 bollard terdata hilang di sepanjang trotoar Jalan Panglima Batur,” ungkap Adi.
Bollard tersebut berfungsi sebagai pembatas trotoar untuk mencegah kendaraan naik ke area pejalan kaki, sehingga keberadaannya dinilai penting demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Editor : Sutrisno