Keputusan ini diambil setelah ditemukan kejadian menonjol yang berdampak langsung pada penerima manfaat hingga harus mendapatkan perawatan kesehatan.
Koordinator Wilayah MBG Provinsi Kalsel, Siti Fatimah, menyampaikan bahwa tiga dapur yang ditutup berada di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.
“Yang terdampak itu tiga. Dua di antaranya bahkan menyebabkan penerima manfaat harus dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Untuk dapur di Banjarbaru, insiden sempat terjadi dan menjadi viral, namun tidak ada penerima manfaat yang terkena dampaknya.
Meski demikian, BGN tetap menutup sementara kegiatan dapur tersebut.
“Meski tidak ada yang terdampak, kejadian itu tetap kami tindak dengan penutupan operasional,” jelasnya.
Fatimah menegaskan, setiap dapur yang mengalami insiden wajib dihentikan operasionalnya pada hari yang sama.
Penutupan dilakukan sampai seluruh persyaratan standar kelayakan dipenuhi.
“Penutupan berlangsung hingga semua persyaratan standar kelayakan selesai dipenuhi,” tegasnya.
Dapur MBG yang ditutup wajib melengkapi dokumen dan fasilitas pendukung seperti Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, dan sertifikat kompetensi juru masak.
Setelah seluruh dokumen rampung, BGN daerah akan mengajukannya ke BGN pusat untuk penilaian dan penerbitan surat pernyataan izin beroperasi kembali.
“Kalau semuanya sudah lengkap, kami ajukan ke pimpinan di pusat. Mereka yang akan mengeluarkan surat pernyataan dapur boleh kembali beroperasional,” tambahnya.
Saat ini terdapat 177 dapur MBG di Kalimantan Selatan yang telah memiliki SK Kepala SPPG.
Namun, baru 40 dapur yang mengantongi sertifikat halal. Proses penerbitan SLHS juga disebut membutuhkan waktu panjang karena harus memenuhi persyaratan teknis seperti Instalasi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan dokumen lain.
Beberapa dapur juga belum mengajukan kelengkapan persyaratan karena SK operasional mereka baru terbit.
Fatimah menegaskan bahwa penutupan tiga dapur ini merupakan langkah pengawasan ketat BGN untuk menjaga kualitas program.
“Ini demi memastikan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis bagi seluruh penerima manfaat di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno