Warga dari berbagai kelurahan datang membawa undangan, tanda bahwa hari ini mereka dijadwalkan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Mulai Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT), Belitung Selatan, hingga Kampung Melayu, semua warga bercampur dalam antrean panjang yang mulai sesak sejak pukul 08.00 Wita.
“Pemanggilannya per kelurahan. Jumlahnya ribuan. Dari jam delapan sampai jam sepuluh, halaman sudah penuh,” ujar Rizani, satpam kantor pos yang pagi itu sibuk mengumpulkan undangan warga yang akan mengambil BLT.
Untuk menghindari penumpukan, manajemen kantor pos mengaktifkan dua jalur pelayanan, pintu depan dan belakang. Setiap warga yang datang harus menunjukkan undangan kepada petugas sebelum diarahkan ke titik antrean verifikasi. Dari sana, barulah mereka bisa menuju loket pencairan.
“Jika terlewat seperti seorang warga Kelurahan Melayu tadi, mereka bisa datang lagi pada hari Sabtu mendatang," jelasnya.
Aturan pengambilan dibuat lebih ketat. Warga tak bisa diwakilkan oleh kerabat yang berbeda kartu keluarga. “Misalnya anaknya mau mengambilkan tapi beda KK, kami tidak bisa layani. Untuk yang benar-benar tidak bisa hadir, nanti akan kami antarkan ke rumah setelah semua jadwal selesai,” tegasnya.
Kantor Pos memperkirakan puncak kepadatan akan terjadi hingga beberapa hari ke depan seiring gelombang kedatangan penerima dari kelurahan lain. “Yang penting warga tertib. Kami pastikan semua yang berhak menerima,” terangnya.
Di antara kerumunan, Arbainah (55), warga AKT, mengaku lega meski harus menunggu lama. “BLT ini sangat membantu untuk keperluan rumah tangga. Sekarang apa-apa mahal,” katanya sambil menggenggam undangan.
Hal senada disampaikan Amah (35), warga Melayu, yang datang menggendong anaknya. “Saya buat sekolah anak. Banyak keperluannya,” ucapnya.
Editor : Sutrisno