Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, M Fitri Hernadi, mengatakan angka load factor 75 persen merupakan indikator kuat bahwa penerbangan internasional di Kalsel memiliki daya tarik pasar yang solid.
"Ini bukti bahwa penerbangan internasional di bandara kita punya daya tarik pasar yang kuat," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (21/11) malam.
Baca Juga: Faperta ULM Tanam Pohon Langka di Arboretum Ayu Tirta, Siap Perluas Kerja Sama Penelitian
Fitri menegaskan, capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa harapan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar penerbangan internasional tetap eksis mulai terwujud.
Bahkan, tren positif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak maskapai internasional untuk membuka rute ke Banjarmasin.
"Ini harapan yang harus dijaga. Kita ingin semakin banyak wisatawan berkunjung ke Kalsel, sekaligus menarik investor agar ekonomi daerah semakin tumbuh," tegasnya.
Baca Juga: Yasinta Anggraini Gagal Masuk Top 30 Miss Universe 2025, Indonesia Absen Finalis Tiga Tahun Beruntun
Menurutnya, konektivitas langsung menuju Kuala Lumpur memiliki nilai strategis. Selain sebagai destinasi wisata, Kuala Lumpur juga berfungsi sebagai hub internasional yang menghubungkan Kalimantan Selatan dengan berbagai negara.
Konektivitas ini juga menjadi solusi bagi jemaah umrah asal Kalsel yang banyak memanfaatkan penerbangan AirAsia via Kuala Lumpur.
"Kita melihat antusiasme masyarakat sangat besar. Semoga tidak hanya AirAsia yang beroperasi di Bandara Syamsudin Noor, tetapi juga maskapai internasional lainnya bisa masuk dan membuka lebih banyak pilihan perjalanan," kata Fitri.
Baca Juga: Arutmin Borneo Run 2025 Catat Lonjakan Peserta Signifikan, Kuota 4.050 Runner Habis dalam 5 Menit
Dengan meningkatnya mobilitas udara internasional, Fitri optimistis interaksi antara masyarakat, wisatawan, dan investor akan semakin intens.
Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan secara signifikan.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kalsel melihat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta peringatan 5 Rajab sebagai peluang strategis untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Minta Konstituen Bisa Berhentikan Anggota DPR, Lima Warga Negara Ajukan Uji Materi ke MK
Fitri menjelaskan, majelis rutinan yang digelar di Mushalla Ar-raudhah Sekumpul pada peringatan 5 Rajab dinilai potensial menjadi magnet wisata religi berskala internasional.
Kegiatan ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara, khususnya negara-negara Asia Tenggara yang terhubung langsung dengan Banjarmasin melalui Kuala Lumpur.
"Kita berharap momen 5 Rajab bisa jadi peluang untuk menambah daya tarik yang lebih besar dan mengenalkan Kalsel di kancah global," pungkasnya.
Baca Juga: KPK Pamerkan Tumpukan Uang Korupsi Taspen, Mantan Dirut Taspen Divonis 10 Tahun Penjara
Dengan kombinasi konektivitas internasional yang kuat, potensi wisata religi, dan dukungan infrastruktur penerbangan, Kalimantan Selatan berpeluang besar menjadi destinasi unggulan di Indonesia bagian timur. (*)
Editor : M. Ramli Arisno