Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Cuaca Ekstrem Ancam Banjarmasin, BPBD Siagakan EWS Gempa dan Sirene Banjir

Zulvan Rahmatan • Jumat, 21 November 2025 | 17:06 WIB

MONITOR GEMPA: Kepala BPBD Banjarmasin Husni Thamrin menunjukan monitor EWS gempa.
MONITOR GEMPA: Kepala BPBD Banjarmasin Husni Thamrin menunjukan monitor EWS gempa.
BANJARMASIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada masa transisi musim kemarau ke musim hujan.

Kota Seribu Sungai ini tidak hanya bersiaga menghadapi ancaman banjir rob, tetapi juga angin kencang hingga puting beliung.

Kepala BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan Banjarmasin telah melewati fase air pasang kedua dan sedang menghadapi fase air pasang ketiga.

Baca Juga: Setelah 16 Tahun Menunggu, DPRD Banjar Bawa Masalah APL Aranio Langsung ke Jakarta

"Mungkin nanti masih ada yang akan tergenang. Tapi diprediksi tidak setinggi fase kedua kemarin yang menyentuh tiga meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelasnya, Jumat (21/11/2024).

BPBD telah menetapkan status siaga banjir rob ketika ketinggian air mencapai 2,5 meter di atas permukaan laut.

"Bila sudah menyentuh 2,5 meter, pasti ada daerah kita yang tergenang dengan ketinggian bervariasi dan pasti kami sampaikan imbauan," tutur Husni.

Baca Juga: Barito Putera Hadapi Persipal Palu dengan Waktu Recovery Minim dan Perjalanan Jauh

Selain banjir rob dan angin kencang, Banjarmasin juga menghadapi ancaman gempa bumi. Status aman dari gempa yang sebelumnya disandang kota ini berakhir sejak setahun lalu.

"Setelah dipelajari ulang, ternyata ada titik gempa yang sampai ke daerah kita. Sehingga pada 2024 sempat dua kali getarannya terasa," beber Husni.

Untuk mengantisipasi berbagai ancaman bencana tersebut, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan berupa early warning system (EWS) pendeteksi gempa.

Baca Juga: Peparprov Ke-5 di Tala Tambah Cabor E-Sport, Siapkan Atlet Kalsel untuk Peparnas 2028

"Masing-masing dibantu diberi EWS. Bila terjadi gempa di wilayah mana pun di Indonesia, termasuk sekitar kita, alat ini langsung berbunyi. Dan syukur masih tidak ada yang dekat, kecuali pada 2024 lalu," ungkap Husni.

Selain EWS gempa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga membantu Banjarmasin membangun sirene pendeteksi banjir.

Sirene pertama dipasang di daerah Sungai Lulut untuk mengawasi aliran air dari Sungai Martapura. Sirene kedua dipasang di daerah Teluk Dalam untuk memantau wilayah Sungai Barito.

Baca Juga: Overlap Sistem Pendataan Pemko-Pertamina Diduga Jadi Biang Keladi Kelangkaan LPG 3 Kg Banjarmasin

"Sirene itu dipasang di dua titik yang menjadi jalur aliran Sungai Barito dan Sungai Martapura. Daerah di sana rawan banjir dan pemasangannya sedang dalam tahap penyelesaian," tutup Husni. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#BPBD Banjarmasin #banjir rob Banjarmasin #gempa bumi Banjarmasin #sistem peringatan dini #Cuaca ekstrem Kalimantan