BANJARMASIN – Di tengah efisiensi dan pengetatan belanja daerah pada tahun 2026, Pemko Banjarmasin memastikan sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan lolos dari pemangkasan.
"Efisiensi anggaran itu pasti, tapi program prioritas seperti pendidikan dan kesehatan tidak mungkin diabaikan. Bagaimana pun itu penting," tegas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, Edy Wibowo, Kamis (20/11).
Ia memastikan pemangkasan tidak akan menyentuh pelayanan publik dasar. Anggaran yang dipotong lebih diarahkan pada kegiatan pendukung yang tidak mendesak, termasuk seremoni dan perjalanan dinas ke luar daerah.
"Perjalanan dinas tetap ada, cuma dikurangi. Kita lihat dulu urgensinya apa. Kalau memang penting ya silakan berangkat," ucapnya.
Menghadapi efisiensi, pemko akan melakukan pemetaan ulang terhadap seluruh usulan program dan kegiatan dinas untuk tahun depan. Fokusnya, memastikan setiap kegiatan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
"Kita lakukan pemetaan dan kita fokuskan program atau kegiatan yang berdampak langsung ke masyarakat," tambahnya.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah penanganan banjir jangka panjang, terutama melalui proyek normalisasi sungai yang menjadi prioritas wali kota. "Supaya sungai-sungai saling terintegrasi. Maka pengerjaannya jangan setengah-setengah, harus semua. Itu jadi prioritas kita tahun depan agar penanganan banjir ini tuntas," katanya.
Edy meminta kolaborasi SKPD untuk mempercepat pembangunan dan lebih menghemat anggaran.
Ia mencontohkan sinergi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dalam urusan pembersihan sungai hingga penanganan drainase permukiman. Dengan kolaborasi itu, durasi pekerjaan bisa dipangkas signifikan.
"Mungkin dengan sinergi antar SKPD, pekerjaan yang selesai dua tiga tahun bisa selesai dalam satu tahun saja. Harapannya begitu," pungkas Edy.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief