BANJARMASIN – Banjir rob yang mulai melanda kawasan pesisir kota tidak hanya soal genangan, ternyata ada ancaman penyakit berbahaya yang tidak disadari. Apakah itu? Leptospirosis atau kencing tikus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengingatkan bahwa risiko tertular penyakit ini meningkat pada musim penghujan, terutama ketika rob mulai rutin muncul. Air yang tercemar urine tikus dapat membawa bakteri Leptospira ke tubuh manusia melalui luka kecil maupun kulit yang terendam terlalu lama.
“Dibandingkan penyakit kulit dan kutu air, kami imbau warga untuk lebih waspada kencing tikus ini. Dikhawatirkan luapan banjir sudah tercemar,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ramadhan menjelaskan, Leptospirosis gejalanya mirip demam biasa: sakit kepala, mual, muntah, hingga kemerahan pada kulit. Karena itu, warga diimbau tidak meremehkan bila demam tidak membaik dalam beberapa hari.
“Jika selama 3 sampai 5 hari masih belum sembuh, segera bawa ke puskesmas terdekat agar ditangani,” pesannya.
Apabila terlambat ditangani, penyakit ini dapat menyerang organ penting seperti hati dan ginjal. Dalam sejumlah kasus, kondisi dapat berujung fatal.
Sementara itu, laporan mengenai penyakit kulit dan kutu air di seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) di Banjarmasin Kota Seribu Sungai masih tergolong normal. Belum ada lonjakan signifikan sejak awal musim hujan ini.
Meski demikian, Dinkes tetap mengingatkan warga untuk membatasi kontak dengan air rob, menggunakan alas kaki, dan segera membersihkan diri setelah beraktivitas di luar rumah.
Sebab, ancaman yang mengintai bukan hanya gatal-gatal, tetapi penyakit serius yang bisa datang kapan saja.
“Laporan penyakit kulit dan kutu air masih biasa. Belum meningkat signifikan, mungkin nanti saat puncak hujan,” tutupnya.
Di bagian lain, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini terhadap ancaman Leptospirosis di tengah meningkatnya kejadian rob di kota.
“Kami minta dinas terkait tidak hanya mengimbau, tapi juga intens turun ke lapangan. Warga harus dibekali sosialisasi yang jelas tentang bahaya kencing tikus ini,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra ini menilai, edukasi kepada masyarakat harus dipercepat mengingat banyak kawasan Banjarmasin yang mulai terendam rob beberapa hari terakhir. Menurutnya, risiko kesehatan tidak boleh disepelekan saat musim hujan tiba.
“Ini menyangkut keselamatan warga. Pemerintah harus memastikan lingkungan tetap higienis, tempat-tempat yang berpotensi jadi sarang tikus dibersihkan, dan penanganan cepat harus dipastikan di setiap puskesmas,” tegasnya.
Lebih jauh ia meminta Dinkes Kota Banjarmasin memperkuat koordinasi dengan kelurahan dan BPBD, terutama dalam penanganan wilayah rawan banjir.
“Kami di DPRD siap mendukung, sepanjang langkah-langkah yang dilakukan benar-benar berpihak kepada keselamatan masyarakat. Jangan menunggu ada kasus dulu baru bergerak,” tegasnya.
Editor : Arif Subekti