BANJARMASIN - Pemko membuka peluang relokasi SDN Basirih 10 di Banjarmasin Selatan. Alasannya, karena lokasi sekolah yang kurang ideal, sementara jumlah siswanya pun tak banyak.
"Lokasinya terlalu ujung, kita ingin letaknya lebih ke tengah," ujar Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Rabu (19/11).
Selain jarak, jumlah siswa juga menjadi pertimbangan. Warga yang bermukim di sekitar sekolah tidak terlalu banyak. Bahkan tak sedikit siswa datang dari wilayah tetangga karena posisi sekolah berada di perbatasan Banjarmasin dan Banjar.
"Warganya sedikit, yang sekolah di sana juga tidak hanya dari Banjarmasin," jelas dia.
Dengan kondisi tersebut, pemko membuka kemungkinan membangun sekolah baru di lokasi yang lebih strategis. Langkah itu dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang. "Dibandingkan perbaikan, mungkin akan lebih baik dibangun gedung baru. Tapi, tentu letaknya nanti lebih ke tengah," jelasnya.
Meski ada wacana relokasi, politikus Partai Gerindra ini menegaskan akses jalan menuju permukiman warga Simpang Jelai tetap akan menjadi perhatian.
Terlebih, selama ini jalan sering terdampak banjir rob, membuat siswa harus menerobos genangan dan jalan becek ketika berangkat ke sekolah.
"Meski sekolah dipindah, jalan tetap kita buatkan karena di sana ada permukiman," kata mantan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin itu.
Kondisi SDN Basirih 10 memang memprihatinkan. Dari halaman yang tidak bisa dipakai upacara bendera dan pelajaran olahraga, ruang kelas yang rusak, hingga akses jalan yang berat.
Dengan berbagai pertimbangan itu, wali kota berharap keputusan yang diambil nanti dapat memberikan jalan keluar bagi pelajar dan guru. "Yang terpenting, pendidikan tetap terjamin bagi warga Basirih dan sekitarnya," tutup Yamin.
Baca Juga: Terobos Banjir, Siswa SDN 10 Basirih Ingin Jalan Diperbaiki: Setiap Hari Seragam Kami Kotor
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief