BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Roditha Banjarbaru, Rabu (19/11/2025).
Penyelenggaraan rakor ini menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam mempercepat penurunan stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi yang melibatkan berbagai sektor. Penurunan stunting menjadi agenda prioritas nasional yang menuntut langkah nyata, perencanaan tepat sasaran, serta evaluasi yang berkelanjutan.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya mewakili Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menyampaikan stunting merupakan masalah serius yang tidak hanya berdampak pada kesehatan anak.
“Stunting juga memengaruhi kemampuan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu percepatan penurunan stunting telah ditetapkan sebagai prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029, dengan target penurunan menjadi 14,2 persen pada tahun 2029,” ujarnya.
Kemas menambahkan, target tersebut menuntut kerja sama yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan—baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun akademisi.
Dalam mendukung target nasional, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat program-program intervensi seperti Makan Bergizi Gratis 3B, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), serta berbagai intervensi spesifik dan sensitif lainnya.
Rakor ini sekaligus menjadi forum evaluasi capaian program pada tahun sebelumnya. Selain itu, pertemuan ini juga membahas langkah-langkah strategis untuk tahun 2025 agar target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal. Melalui aksi konvergensi lintas sektor, seluruh intervensi diharapkan berjalan lebih terpadu dan tepat sasaran.
Editor : Fauzan Ridhani