Pos hibah yang ikut dipangkas separuh membuat alokasi honor para marbot, ustadz, dan ustadzah dipastikan tidak akan penuh setahun pada 2026 mendatang.
Kabag Kesra Kota Banjarmasin, Juli Khair, mengungkapkan bahwa kondisi pagu anggaran hibah memang tidak memungkinkan untuk membiayai seluruh penerima sepanjang tahun.
“Jumlah marbot kita itu 424 orang se-Kota Banjarmasin. Dengan pagu yang ada, memang bakal tidak mencukupi,” ujarnya ditemui Radar Banjarmasin usai Rapat Banggar (Banggar), Rabu (19/11/2025) siang.
Menurut Juli, begitu sapaanya, pagu awal pos hibah yang semula Rp19 miliar dipotong menjadi Rp9 miliar. Setelah dihitung, hanya cukup membayarkan honor marbot serta ustaz dan ustazah selama tujuh bulan pada tahun anggaran 2026.
“Awalnya per orang menerima Rp400 ribu, dan tahun depan naik menjadi Rp500 ribu. Tapi dengan kondisi pagu saat ini, dana hibah itu hanya mampu memberi sampai tujuh bulan saja,” bebernya.
Skema pembayaran tetap dilakukan per triwulan. Artinya, jika tak ada penambahan anggaran, honor triwulan terakhir baru cair pada Oktober, sekaligus menjadi periode pembayaran terakhir di tahun itu.
Meski begitu, Juli memastikan Kesra tidak tinggal diam. Harapan masih terbuka lewat pembahasan perubahan anggaran.
“Biasanya di perubahan bisa diusulkan kembali. Kita tetap berusaha agar pembiayaan bagi marbot dan para pengajar agama bisa maksimal,” tegasnya.
Terpisah, anggota Banggar DPRD Banjarmasin, Aliansyah memahami kondisi efisiensi anggaran yang membuat pagu hibah terpaksa dipotong.
Namun ia tetap optimistis honor bagi marbot serta para pengajar agama itu bisa terpenuhi hingga akhir tahun anggaran.
“Kita memahami situasinya. Tapi saya tetap optimis honor mereka bisa dibayarkan penuh,” ujar politikus PKS ini.
Solusinya, kata Aliansyah adalah kembali mengalokasikan tambahan anggaran saat pembahasan APBD Perubahan. Pihaknya akan mendorong agar kebutuhan para marbot, ustaz, dan ustazah tidak terabaikan dalam proses pembahasan anggaran selanjutnya.
“Caranya nanti kita anggarkan kembali di perubahan. Di situ biasanya lebih longgar,” tegasnya.
Editor : Sutrisno