BANJARMASIN – Objek wisata Siring Menara Pandang di Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin Tengah, bakal memiliki wajah baru. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin bakal menata secara menyeluruh kawasan di tepian Sungai Martapura tersebut.
Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan pihaknya sudah memetakan sejumlah titik yang dinilai perlu dibenahi. Mulai dari segi fasilitas, tata ruang, maupun aktivitas wisata. "Kami sudah menyusun apa saja yang ditata dan perlu ditambahkan," ujarnya, belum lama tadi.
Langkah awal menyasar pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang siring. Pendataan dan identifikasi pedagang sedang dilakukan untuk menentukan pola penataannya.
"Setelah identifikasi, kami coba petakan lahan. Rencananya ada tiga titik. Kami siapkan panggung hiburan dan tenant-tenant untuk PKL dan lainnya," jelasnya.
Jika penataan rampung, PKL nanti akan dikenakan retribusi resmi. Angkanya belum ditetapkan karena masih dibahas dengan Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD).
Selama ini, retribusi memang pernah ditarik, namun dinilai tidak signifikan lantaran belum diatur secara formal. "Sistem retribusinya nanti diatur dalam SK (surat keputuan) Wali Kota. Sekarang kami masih mendata dulu," imbuhnya.
Tak hanya PKL, wisata susur sungai yang menjadi daya tarik utama kawasan itu juga ikut dibenahi. Disbudporapar tengah menyiapkan paket wisata baru, agar pengunjung mendapat pengalaman berbeda ketika datang ke siring.
"Misalnya glamping (glamorous camping) di atas kelotok sambil menikmati senja. Ini masih kami koordinasikan dengan paman-paman motoris kelotok," terangnya.
Infrastruktur juga akan dibenahi. Kekurangan daya listrik yang kerap menjadi masalah saat event besar digelar, membuat Disbudporapar mengusulkan pemasangan trafo tambahan.
Bersamaan dengan itu, lampu-lampu hias dan spot foto baru juga direncanakan. Harapannya, ikon Kota Seribu Sungai tersebut bisa tampil lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
Semua langkah ini, kata Ibnu, bukan sekadar mempercantik kawasan, tapi juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata. "Semoga berbagai upaya penataan ini berhasil meningkatkan PAD kita," harapnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief